Monday, 18 Nov 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Padang Pariaman

Masyarakat Padang Pariaman Nyatakan Sikap Tolak Paham Komunis

Minggu, 22 Mei 2016 - 19:41:24 WIB - 1142
Masyarakat Padang Pariaman Nyatakan Sikap Tolak Paham Komunis


PADANG PARIAMAN - Masyarakat Padangpariaman nyatakan sikap menolak masuk dan berkembangnya paham komunis di Padangpariaman. Sikap tersebut dinyatakan dalam penandatanagan pernyataan menolak dan mengantisipasi bangkitnya komunis di NKRI oleh bupati Padangpariaman, Dandim 0308 Pariaman, Kapolres Padangpariaman, ketua DPRD Padangpariaman, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Ormas dan LSM se Padangpariaman. Pernyataan sikap tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara peringatan hari kebangkitan nasional Indonesia ke 108 tahun 2016.

Bupati Padang Pariaman, H Ali Mukhni didampingi wakil bupati Padangpariaman, Suhatri Bur menegaskan sikap pemerintah kabupaten Padangpariaman tegas menolak masuk dan berkembangnya paham komunisme serta bangkitnya organisasi terlarang Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia, khususnya kabupaten Padangpariaman tersebut merupakan bentuk sikap tegas pemerintah Padangpariaman terhadap bahwa laten komunisme.

"Kita tegas menolak masuk dan berkembangnya paham komunis di Padangpariaman apalagi bangkitnya organisasi terlarang PKI yang beridiologi komunisme, tidak ada celah bagi komunis di Padangpariaman," tegas keduanya.

Meskipun terlarang dan ditokal, namun emerintah kabupaten Padangpariaman belum bisa melakukan tindakan terhadap perkembangan paham komunisme dan PKI. Hal iti dikarenakan, belum ada petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis dari pemerintah pusat tentang penanganan serta antisipasi komunisme dan PKI didaerah.

"Kita belum bisa lakukan tindakan kepada pelanggar yang berkaitan komunisme, karena hingga saat ini belum ada juklas dan juknis dari pemerintah pusat tentang tindakan kepada para pelannggar, namun hal tersebut dapat kita koordinasikan dengan instansi lintas sektoral seperti kepolisian dan Kodim 0308 Pariaman," ujarnya.

Ditambahkan Ali Mukhni, meskipun belum terdapat juklas dan juknis penanganan komunisme dan PKI, pemerintah Padang Pariaman tetap menghimbau masyarakat untuk antisipasi bahaya laten komunisme dengan meningkatkan keimanan dan peningkatan peran orang tua dan tokoh masyarakat untuk membantengi generasi muda dari paham komunis.

"Orang tua, tokoh masyarakat, tokoh adat harus berperan mengingatkan generasi muda anak dan kemenakan agar jangan disusupi oleh pemahaman radikal kiri ini, seluruh pihak sama sama bertanggung jawab," himbaunya.

Disamping itu, momen hari kebangkitan nasional ke 108 tahun 2016, Ali Mukhni mengajak generasi muda untuk bekerja keras untuk membangun bangsa.

Dandim 0308 Pariaman, Letkol Arh Endro Nurbantoro mengatakan, paham komunisme dan pergerakan PKI sama bahayanya. Temuan simbol PKI palu arit menggunakan media buku, baju kaos dan editan foto-foto merupakan provokasi yang dilakukan oleh aktivitas dan tokoh PKI untuk melihat reaksi masyarakat dan pemerintah Indonesia terhadap keberadaan PKI dan penganut paham komunis. Namun Masyarakat Padangpariaman nyatakan sikap menolak masuk dan berkembangnya paham komunis di Padangpariaman. Sikap tersebut dinyatakan dalam penandatanagan pernyataan menolak dan mengantisipasi bangkitnya komunis di NKRI oleh bupati Padangpariaman, Dandim 0308 Pariaman, Kapolres Padangpariaman, ketua DPRD Padangpariaman, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Ormas dan LSM se Padangpariaman. Pernyataan sikap tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara peringatan hari kebangkitan nasional Indonesia ke 108 tahun 2016.

Bupati Padang Pariaman, H Ali Mukhni didampingi wakil bupati Padangpariaman, Suhatri Bur kepada POSMETRO menegaskan sikap pemerintah kabupaten Padangpariaman tegas menolak masuk dan berkembangnya paham komunisme serta bangkitnya organisasi terlarang Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia, khususnya kabupaten Padangpariaman tersebut merupakan bentuk sikap tegas pemerintah Padangpariaman terhadap bahwa laten komunisme.

"Kita tegas menolak masuk dan berkembangnya paham komunis di Padangpariaman apalagi bangkitnya organisasi terlarang PKI yang beridiologi komunisme, tidak ada celah bagi komunis di Padangpariaman," tegas keduanya.

Meskipun terlarang dan ditokal, namun emerintah kabupaten Padangpariaman belum bisa melakukan tindakan terhadap perkembangan paham komunisme dan PKI. Hal iti dikarenakan, belum ada petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis dari pemerintah pusat tentang penanganan serta antisipasi komunisme dan PKI didaerah.

"Kita belum bisa lakukan tindakan kepada pelanggar yang berkaitan komunisme, karena hingga saat ini belum ada juklas dan juknis dari pemerintah pusat tentang tindakan kepada para pelannggar, namun hal tersebut dapat kita koordinasikan dengan instansi lintas sektoral seperti kepolisian dan Kodim 0308 Pariaman," ujarnya.

Ditambahkan Ali Mukhni, meskipun belum terdapat juklas dan juknis penanganan komunisme dan PKI, pemerintah Padang Pariaman tetap menghimbau masyarakat untuk antisipasi bahaya laten komunisme dengan meningkatkan keimanan dan peningkatan peran orang tua dan tokoh masyarakat untuk membantengi generasi muda dari paham komunis.

"Orang tua, tokoh masyarakat, tokoh adat harus berperan mengingatkan generasi muda anak dan kemenakan agar jangan disusupi oleh pemahaman radikal kiri ini, seluruh pihak sama sama bertanggung jawab," himbaunya.

Disamping itu, momen hari kebangkitan nasional ke 108 tahun 2016, Ali Mukhni mengajak generasi muda untuk bekerja keras untuk membangun bangsa.

Dandim 0308 Pariaman, Letkol Arh Endro Nurbantoro mengatakan, paham komunisme dan pergerakan PKI sama bahayanya. Temuan simbol PKI palu arit menggunakan media buku, baju kaos dan editan foto-foto merupakan provokasi yang dilakukan oleh aktivitas dan tokoh PKI untuk melihat reaksi masyarakat dan pemerintah Indonesia terhadap keberadaan PKI dan penganut paham komunis. Namun beredarnya simbol-simbol tersebut dapat diartikan sebagai pertanda bangkitnya gerakan komunis. Pernyataan sikap masyarakat yang tegas menolak paham komunisme dan PKI membuat aktivisnya takut.

"Ini seperti pancingan, disebar seperti itu dan mereka lihat tanggapan dan respon kita, apakah sikap Indonesia menerima atau menentang. Kenyataannya, penolakan oleh seluruh masyarakat melalui tokoh-tokoh akan membuat mereka berfikir ulang untuk bergerak," sebutnya.

Disebutkan Endro, meskipun belum ditemukan indikasi gerakan penyebaran paham komunis dan penyebaran simbol-sombol komunis palu-arit diwilayah komando Kodim 0308 Pariaman, pihaknya melalui petugas unit intel terus dan babinsa terus melakukan monitor indikasi tersebut. Ia menghimbau masyarakat untuk melaporkan kepada petugas jika menemukan lambang-lambang PKI tersebut.

"Meskipun belum ada ditemukan hal tersebut, kita tetap monitor dilapangan melalui petugas unit dan babinsa, jika masyarakat ada menemukan, dapat melaporkan segera kepada petugas kami atau petugas lain," jelasnya.(H/W)

Editor/Sumber: Warman
Tag: hukum,indonesia,kriminal,padang,padang-pariaman,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Peduli Anak Berkebutuhan Khusus, Disdik Padang Buka UPTD Layanan Ini

Peduli Anak Berkebutuhan Khusus, Disdik Padang Buka UPTD Layanan Ini

PADANG -- Sistem penyelenggaraan pendidikan di Kota Padang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik untuk...

Ternyata Pengolahan Produk Makanan Berbahan Dasar Jagung Menguntungkan Petani

Ternyata Pengolahan Produk Makanan Berbahan Dasar Jagung Menguntungkan Petani

PASAMAN - Kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh Universitas Andalas (Unand) Padang, melalui Lembaga...

Polemik Pelarangan Cadar oleh Menteri Agama, Begini Respon Ustadz Abdul Somad

Polemik Pelarangan Cadar oleh Menteri Agama, Begini Respon Ustadz Abdul Somad

NASIONAL - Pernyataan Menteri Agama Fachrul Razi terkait niatnya mengkaji penggunaan niqab atau cadar bagi wanita yang...

Finish di Tanah Datar, Wabup Zuldafri Singgung TdS

Finish di Tanah Datar, Wabup Zuldafri Singgung TdS

TANAH DATAR -- Tour de Singkarak (TdS) yang ke-11 etape 1, resmi dilepas pada pukul 10.00 wib di Pariaman. Para...

Membunuh Makna Radikalisme

Membunuh Makna Radikalisme

Oleh: Sukma Beberapa waktu belakangan ini publik dibuat heboh melalui pernyataan dari Menteri agama baru, Jenderal...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media