Wednesday, 03 Jun 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Padang Pariaman

Masyarakat Padang Pariaman Nyatakan Sikap Tolak Paham Komunis

Minggu, 22 Mei 2016 - 19:41:24 WIB - 1237
Masyarakat Padang Pariaman Nyatakan Sikap Tolak Paham Komunis


PADANG PARIAMAN - Masyarakat Padangpariaman nyatakan sikap menolak masuk dan berkembangnya paham komunis di Padangpariaman. Sikap tersebut dinyatakan dalam penandatanagan pernyataan menolak dan mengantisipasi bangkitnya komunis di NKRI oleh bupati Padangpariaman, Dandim 0308 Pariaman, Kapolres Padangpariaman, ketua DPRD Padangpariaman, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Ormas dan LSM se Padangpariaman. Pernyataan sikap tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara peringatan hari kebangkitan nasional Indonesia ke 108 tahun 2016.

Bupati Padang Pariaman, H Ali Mukhni didampingi wakil bupati Padangpariaman, Suhatri Bur menegaskan sikap pemerintah kabupaten Padangpariaman tegas menolak masuk dan berkembangnya paham komunisme serta bangkitnya organisasi terlarang Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia, khususnya kabupaten Padangpariaman tersebut merupakan bentuk sikap tegas pemerintah Padangpariaman terhadap bahwa laten komunisme.

"Kita tegas menolak masuk dan berkembangnya paham komunis di Padangpariaman apalagi bangkitnya organisasi terlarang PKI yang beridiologi komunisme, tidak ada celah bagi komunis di Padangpariaman," tegas keduanya.

Meskipun terlarang dan ditokal, namun emerintah kabupaten Padangpariaman belum bisa melakukan tindakan terhadap perkembangan paham komunisme dan PKI. Hal iti dikarenakan, belum ada petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis dari pemerintah pusat tentang penanganan serta antisipasi komunisme dan PKI didaerah.

"Kita belum bisa lakukan tindakan kepada pelanggar yang berkaitan komunisme, karena hingga saat ini belum ada juklas dan juknis dari pemerintah pusat tentang tindakan kepada para pelannggar, namun hal tersebut dapat kita koordinasikan dengan instansi lintas sektoral seperti kepolisian dan Kodim 0308 Pariaman," ujarnya.

Ditambahkan Ali Mukhni, meskipun belum terdapat juklas dan juknis penanganan komunisme dan PKI, pemerintah Padang Pariaman tetap menghimbau masyarakat untuk antisipasi bahaya laten komunisme dengan meningkatkan keimanan dan peningkatan peran orang tua dan tokoh masyarakat untuk membantengi generasi muda dari paham komunis.

"Orang tua, tokoh masyarakat, tokoh adat harus berperan mengingatkan generasi muda anak dan kemenakan agar jangan disusupi oleh pemahaman radikal kiri ini, seluruh pihak sama sama bertanggung jawab," himbaunya.

Disamping itu, momen hari kebangkitan nasional ke 108 tahun 2016, Ali Mukhni mengajak generasi muda untuk bekerja keras untuk membangun bangsa.

Dandim 0308 Pariaman, Letkol Arh Endro Nurbantoro mengatakan, paham komunisme dan pergerakan PKI sama bahayanya. Temuan simbol PKI palu arit menggunakan media buku, baju kaos dan editan foto-foto merupakan provokasi yang dilakukan oleh aktivitas dan tokoh PKI untuk melihat reaksi masyarakat dan pemerintah Indonesia terhadap keberadaan PKI dan penganut paham komunis. Namun Masyarakat Padangpariaman nyatakan sikap menolak masuk dan berkembangnya paham komunis di Padangpariaman. Sikap tersebut dinyatakan dalam penandatanagan pernyataan menolak dan mengantisipasi bangkitnya komunis di NKRI oleh bupati Padangpariaman, Dandim 0308 Pariaman, Kapolres Padangpariaman, ketua DPRD Padangpariaman, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Ormas dan LSM se Padangpariaman. Pernyataan sikap tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara peringatan hari kebangkitan nasional Indonesia ke 108 tahun 2016.

Bupati Padang Pariaman, H Ali Mukhni didampingi wakil bupati Padangpariaman, Suhatri Bur kepada POSMETRO menegaskan sikap pemerintah kabupaten Padangpariaman tegas menolak masuk dan berkembangnya paham komunisme serta bangkitnya organisasi terlarang Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia, khususnya kabupaten Padangpariaman tersebut merupakan bentuk sikap tegas pemerintah Padangpariaman terhadap bahwa laten komunisme.

"Kita tegas menolak masuk dan berkembangnya paham komunis di Padangpariaman apalagi bangkitnya organisasi terlarang PKI yang beridiologi komunisme, tidak ada celah bagi komunis di Padangpariaman," tegas keduanya.

Meskipun terlarang dan ditokal, namun emerintah kabupaten Padangpariaman belum bisa melakukan tindakan terhadap perkembangan paham komunisme dan PKI. Hal iti dikarenakan, belum ada petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis dari pemerintah pusat tentang penanganan serta antisipasi komunisme dan PKI didaerah.

"Kita belum bisa lakukan tindakan kepada pelanggar yang berkaitan komunisme, karena hingga saat ini belum ada juklas dan juknis dari pemerintah pusat tentang tindakan kepada para pelannggar, namun hal tersebut dapat kita koordinasikan dengan instansi lintas sektoral seperti kepolisian dan Kodim 0308 Pariaman," ujarnya.

Ditambahkan Ali Mukhni, meskipun belum terdapat juklas dan juknis penanganan komunisme dan PKI, pemerintah Padang Pariaman tetap menghimbau masyarakat untuk antisipasi bahaya laten komunisme dengan meningkatkan keimanan dan peningkatan peran orang tua dan tokoh masyarakat untuk membantengi generasi muda dari paham komunis.

"Orang tua, tokoh masyarakat, tokoh adat harus berperan mengingatkan generasi muda anak dan kemenakan agar jangan disusupi oleh pemahaman radikal kiri ini, seluruh pihak sama sama bertanggung jawab," himbaunya.

Disamping itu, momen hari kebangkitan nasional ke 108 tahun 2016, Ali Mukhni mengajak generasi muda untuk bekerja keras untuk membangun bangsa.

Dandim 0308 Pariaman, Letkol Arh Endro Nurbantoro mengatakan, paham komunisme dan pergerakan PKI sama bahayanya. Temuan simbol PKI palu arit menggunakan media buku, baju kaos dan editan foto-foto merupakan provokasi yang dilakukan oleh aktivitas dan tokoh PKI untuk melihat reaksi masyarakat dan pemerintah Indonesia terhadap keberadaan PKI dan penganut paham komunis. Namun beredarnya simbol-simbol tersebut dapat diartikan sebagai pertanda bangkitnya gerakan komunis. Pernyataan sikap masyarakat yang tegas menolak paham komunisme dan PKI membuat aktivisnya takut.

"Ini seperti pancingan, disebar seperti itu dan mereka lihat tanggapan dan respon kita, apakah sikap Indonesia menerima atau menentang. Kenyataannya, penolakan oleh seluruh masyarakat melalui tokoh-tokoh akan membuat mereka berfikir ulang untuk bergerak," sebutnya.

Disebutkan Endro, meskipun belum ditemukan indikasi gerakan penyebaran paham komunis dan penyebaran simbol-sombol komunis palu-arit diwilayah komando Kodim 0308 Pariaman, pihaknya melalui petugas unit intel terus dan babinsa terus melakukan monitor indikasi tersebut. Ia menghimbau masyarakat untuk melaporkan kepada petugas jika menemukan lambang-lambang PKI tersebut.

"Meskipun belum ada ditemukan hal tersebut, kita tetap monitor dilapangan melalui petugas unit dan babinsa, jika masyarakat ada menemukan, dapat melaporkan segera kepada petugas kami atau petugas lain," jelasnya.(H/W)

Editor/Sumber: Warman
Tag: hukum,indonesia,kriminal,padang,padang-pariaman,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Diam-diam Israel Simpan Ratusan Senjata Nuklir Mematikan, Begini Respon Amerika

Diam-diam Israel Simpan Ratusan Senjata Nuklir Mematikan, Begini Respon Amerika

INTERNASIONAL - Israel dipercaya adalah salah satu negara yang memiliki banyak senjata nuklir selain Amerika Serikat...

Jelang Normal Baru, Tim Gabungan PSBB Provinsi dan Kota Pariaman Lakukan Penertiban Skala Besar

Jelang Normal Baru, Tim Gabungan PSBB Provinsi dan Kota Pariaman Lakukan Penertiban Skala Besar

PARIAMAN -- Tim gabungan PSBB dari Provinsi dan Kota Pariaman melakukan penertiban di sejumlah tempat keramaian dan...

Lima Senjata Canggih Bisa Ini Bisa Selamatkan Jepang dari Serangan Nuklir Korea Utara

Lima Senjata Canggih Bisa Ini Bisa Selamatkan Jepang dari Serangan Nuklir Korea Utara

INTERNASIONAL - Sejarah mencatat bahwa Jepang adalah salah satu negara yang pernah jadi korban serangan senjata nuklir....

UPDATE 2 Juni: Tambah 7, Kini Ada 574 Kasus Covid-19 di Sumbar

UPDATE 2 Juni: Tambah 7, Kini Ada 574 Kasus Covid-19 di Sumbar

PADANG -- Pemerintah Sumbar memperlihatkan bahwa masih terjadi penularan virus corona di masyarakat yang menyebabkan...

Lagi, Hari ini 72 Orang Masuk Karantina di Pessel, Kontak dengan Pasien Positif

Lagi, Hari ini 72 Orang Masuk Karantina di Pessel, Kontak dengan Pasien Positif

PESISIR SELATAN - Sebanyak 72 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG)di Kabupaten Pesisir Selatan...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu