Thursday, 17 Oct 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Tanah Datar

Ternyata Presiden Soeharto Pernah Bangun dan Resmikan Mesjid di Pinggang Gunung Marapi Sumbar

Jumat, 03 Juni 2016 - 19:32:13 WIB - 8235
Ternyata Presiden Soeharto Pernah Bangun dan Resmikan Mesjid di Pinggang Gunung Marapi Sumbar


TANAH DATAR - Masyarakat Jorong Talang Dasun Nagari Pasie Laweh mungkin tidak pernah menyangka pada saat itu akan memiliki sebuah mesjid yang representatif bagi umat dan masyarakat di jorong tersebut untuk melakukan ibadah. Kenapa tidak....., Talang Dasun adalah jorong yang lokasinya sangat jauh dari pusat kota dan keramaian dari Kota Batusangkar. Saking tingginya lokasi Talang Dasun tersebut hingga Danau Singkarak, Istana Pagaruyung, dan kantor Bupati Tanah Datar terlihat jelas disana jika cuaca tidak sedang berkabut.

Kampung ini berjarak sekitar 20 km dari kota Batusangkar terdapat di Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah datar. melewati jalan yang terjal dan berliku, naik turun dan dikelilingi hutan. Minangkabaunews tiba Di tenggah tenggah kampung ini yang disana terdapat sebuah mesjid yang biasa disebut masyarakat dengan sebutan Mesjid Amal Bhakti Pancasila. Mesjid yang didirikan tahun 1986 ini merupakan sumbangan dari Bapak Presiden Kedua RI, HM Soeharto kepada masyarakat Talang Dasun, Nagari Pasie Laweh, kecamatan Sungai Tarab.

Bercerita seorang tokoh masyarakat N.Khatik Sutan kepada Minangkabaunews, bahwa mesjid Amal Bhakti Pancasila ini berdiri dengan biaya yang berasal dari Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila milik mantan Presiden RI Soeharto. Yang unik dari cerita Khatik Sutan yaitu tentang sejarah dan awalnya kenapa mesjid ini bisa ada.

"Berawal dari seorang tokoh masyarakat waktu itu yang bernama Mansyur Makruf bermaksud mendirikan sebuah mesjid untuk masyarakat yang hidup di pinggang Gunung Marapi, karena walaupun jarak kampung ini sangat jauh dari keramaian dan di kampung tersebut hidup masyarakat muslim yang berkelompok.. jarak yang sangat jauh dan lokasi yang sangat sulit di tempuh oleh kendaraan. Ini yang membuat Mansyur Makruf berkeinginan mendirikan mesjid di dalam kampung tersebut, karena ia beranggapan warga Talang Dasun juga berhak memiliki sebuah Mesjid yang indah," cerita Khatik Sutan

Awalnya masyarakat Talang Dasun pesimis dengan keinginan Mansyur, namun dengan tekat yang kuat pada tahun 1984 pergi ke Jakarta untuk bertemu dengan presiden pada waktu itu yaitu HM Soeharto, guna mengusahakan dan meminta bantuan agar di kampung tersebut bisa di bangun sebuah mesjid. mengunakan mobil umum pada saat itu yang memakan waktu tiga hari tiga malam maka sampailah Mansyur Makruf di Istana Presiden.

Entah apa yang di sampaikan Mansyur Makruf pada saat itu di Istana Presiden, namun menurut cerita Khatik Sutan, sekembali Mansyur Makruf dari Ibukota ia berhasil membawa kabar gembira kepada masyarakat Talang Dasun bahwa Presiden RI akan membangunkan sebuah mesjid untuk warga di sana. Sebagian masyarakat mendengar Pernyataan Mansyur Makruf ini antara percaya dan tidak, bahkan ada yang mencemooh ucapannya.

Dengan izin Yang kuasa Maka keinginan Mansyur makruf ini terwujud pada tahun 1986 dengan bantuan dari Presiden Soeharto sebesar Rp 87.000.000,-, maka mulailah dikerjakan mesjid yang juga di sebut masyarakat dengan Darul Fallah ini dan selesai pengerjaannya pada tahun 1987.

Menurut cerita Putra dari Mansyur Makruf bernama Bonar yang juga tokoh masyarakat diPasie Laweh, mengatakan bahwa masjid ini sudah mengunakan atap rangka baja yang langsung di bawa dari pulau jawa, dan karena lokasi yang sangat sulit dilalui maka pernah awalnya bahan rangka baja tersebut akan di bawa ke kampung ini dengan mengunakan helikopter.

"Entah apa sebabnya rencana membawa rangka baja dengan helikopter, tidak jadi apakah karena biaya yang besar, maka diputuskanlah masyarakat untuk bergotong royong membuat dan membuka jalan yang lebih lebar agar mobil/truk dapat mencapai lokasi tempat berdirinya mesjid ini, jalan yang diperlebar diperlukan untuk membawa bahan bangunan maupun rangka baja yang langsung di import dari Pulau Jawa melalui Pelabuhan Teluk Bayur Padang," tutur Bonar.

Sampai saat ini Mesjid ini masih berdiri kokoh di Jorong Talang Dasun, berwarna hijau dan di dalam mesjid tersebut terdapat prasasti yang di atas prasasti tersebut tergores Tanda Tangan Presiden RI yang kedua H.M Soeharto dengan tahun tertulis 1988, yang di atas ujung atapnya di hiasi aluminium Berlafaz tulisan Allah.(romeo)

Editor/Sumber: Romeo
Tag: indonesia,reliji,sumatra-barat,tanah-datar,tokoh,unik

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Apa itu Pseudobulbar Affect? Gangguan Sistem Saraf yang Membuat Joker Tertawa Tanpa Disadari

Apa itu Pseudobulbar Affect? Gangguan Sistem Saraf yang Membuat Joker Tertawa Tanpa Disadari

KESEHATAN - Film Joker akhirnya tayang di bioskop Indonesia. Dalam film tersebut, karakter Joker digambarkan menderita...

Bupati Mentawai: Masyarakat Harus Ambil Bagian Untuk Dukung Mentawai Keluar Dari Ketertinggalan

Bupati Mentawai: Masyarakat Harus Ambil Bagian Untuk Dukung Mentawai Keluar Dari Ketertinggalan

MENTAWAI - Kemajuan Mentawai tak terlepas dari peran serta masyarakat untuk mendukung program Pemerintah yang sedang...

Meriahkan Hari Jadi ke 74, Pemkab Pasaman Gelar Festival Kesenian Multi Etnis

Meriahkan Hari Jadi ke 74, Pemkab Pasaman Gelar Festival Kesenian Multi Etnis

...

Bejat, Oknum Guru Honorer di Padang Panjang Cabuli Pelajar 14 Tahun Hingga Hamil

Bejat, Oknum Guru Honorer di Padang Panjang Cabuli Pelajar 14 Tahun Hingga Hamil

PADANG PANJANG -- Sungguh bejat, oknum guru honorer di Kota Padang Panjang dengan inisial ID (51) lakukan pencabulan...

BPJS Kesehatan di Pesisir Selatan Minim Sosialisasi, Masyarakat Mengeluh

BPJS Kesehatan di Pesisir Selatan Minim Sosialisasi, Masyarakat Mengeluh

PESISIR SELATAN -- Masih kurangnya sosialisasi yang harus dilakukan BPJS Kesehatan, membuat masyarakat mengeluh....


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media