Tuesday, 22 Oct 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Pariaman

Pemko Pariaman Optimis Pencapaian Hasil Panen Padi 6,5 Ton Tahun ini

Rabu, 07 September 2016 - 00:11:47 WIB - 897
Pemko Pariaman Optimis Pencapaian Hasil Panen Padi 6,5 Ton Tahun ini


PARIAMAN - Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat melalui Dinas Pertanian lakukan Gerakan Tanam Padi Mendukung Upsus (Upaya Khusus) Pencapaian Produksi Padi di Kota Pariaman tahun 2016. Launching perdana di Desa Cimparuh Kecamatan Pariaman Selatan, pada Senin (5/9/2016).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Profinsi Sumatera Barat Candra, Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumbar Efendi, Kepala Bakorluh Yeflin, Wakil Walikota Pariaman beserta SKPD, Camat, Lurah dan Kepala Desa dan tamu kehormatan Kapolres dan Dandim 0308 wirabaraja Pariaman.

Mengawali kata sambutan Kepala Dinas Pertanaian Tanaman Pangan Sumbar Candra mengungkapkan, salah satu kendala lambatnya masa tanam yang berdampak pada hasil produksi padi dikarenakan para petani yang selalu memilih bibit untuk ditanam.

"Padi yang ditanam tidak tersedia katanya, tidak tersedia ini lanjutnya berarti bukan tidak ada, tetapi lebih dikarenakan selera, petaninya memilih ada yang kepengen cisokan sementara yang tersedia hanya farietas 42, atau yang bersifat nasional namun berasnya pulen seperti yang banyak dikonsumsi di daerah pulau jawa sana," kata Candra mengawali sambutan.

Jadi kita berharap lanjutnya, hendaknya para petani bisa mengintegrasikan antara kebutuhan yang diinginkan tadi dengan kondisi yang ada dan para petani juga diharapkan bisa menerima benih apa saja, termasuk waktu panennya yang ditetapkan oleh pemerintah melalui dinas pertanian di masing2 wilayah yang ada.

Termasuk juga masalah panen lanjut Candra, ia berharap jangan ada kendala ketika panen pasar tidak ada. "Hendaknya para petani bisa menguasai dan mengatur distribusi pasar, jika tidak terjual seharusnya para petani bisa berkoordinasi dengan pihak Dolog, untuk bisa memasarkan beras yang tidak disukai oleh masyarakat di Pariaman keluar dearah yang mengkonsumsinya.

"Di Pariaman baru bisa mencapai hasil produksi panen 5,6 ton/panen, kita patok dalam kegiatan pada hari ini kalau bisa melebihi 6,5 ton/panen melalui tekhnologi hasil penen yang tersedia. Untuk itu kita berharap kepada kelompok tani melalui tekhnologi hasil panen yang telah tersedia dan mematangkan fasilitas yang ada.

Kerjasamanya sangat diharapkan terutama sekali masalah sarana produksi dan irigasi pertanian dan ini tentunya perlu koordinasi ditingkat kecamatan hingga kota. apalagi kita punya lembaga dan penyuluh tolong semua fasilitas yang sudah tersedia dimanfatkan se optimal mungkin," tutup Candra.

Menurut Efendi Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumbar, produksi penen padi pariaman yang baru 5,6 ton/penen itu sudah sangan baik."Karena bila dibandingkan dengan penen tingkat Profinsi Sumatera Barat yang baru bisa mencapai 5,1 ton/panen yang masih jauh dibawah rata2 pencapaian. Dan barangkali Sumatera Barat ini merupakan salah satu profinsi dengan produktifitas tertinggi di pulau Sumatera. Pariaman dan Bukitttiggi merupakan daerah yang mempunyai angka panen yang cukup signifikan," sebut Efendi.

Salah satu fungsi Baadan ketahanan pangan lanjutnya, meredam fluktuasi harga padi/beras ketika terjadi lonjakan panen. Karena makanan pokok itu merupakan komoditas politis dan strategis, sehingganya setiap bulan pemerintah pusat dan profinsi selalu mengawal harga padi/beras di pasaran.

"Nah kita tahu juga harga beras di Pariaman Sumbar pada umumnya adalah yang tertinggi di Indonesia, karena jika dibandingkan dengan harga beras nasional yang hanya sekitar Rp7.500/kg, sedangkan di Sumbar mencapai Rp10.500/kg, artinya harga beras kita masih jauh di atas rata-rata nasional," ulas nya.

Namun ini merupakan berkah yang luar biasa bagi Sumatera Barat sambung nya, yang memiliki spesifik lokasi tanam padi yang tidak dimiliki oleh daerah-daerah lain di indonesia. Dan mempunyai farietas unggul seperti 42 kemudian cisokan yang juga tiadak ada di tempat lain. Ia juga berharap bantuan yang diberikan oleh pemerintah bisa dimanfaatkan sebaik mengkin untuk kesejahteraan dan kemakmuran petani. Terutama untuk kelompok tani agar diberdayakan sehingga bisa berkembang.

Dalam Acara ini Dinas Pertanian Tanaman Pangan Sumatera Barat melalui Wakil Walikota Pariaman menyerahkan bantuan berupa, Benih padi , Hand Tractor, dan piagam penghargaan kelompok tani terbaik. (warman)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: daerah,pariaman,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Wabup Ferizal Ridwan Sentil Perselingkuhan Politisi-Birokrasi, Hingga Plesiran Ratusan ASN

Wabup Ferizal Ridwan Sentil Perselingkuhan Politisi-Birokrasi, Hingga Plesiran Ratusan ASN

LIMAPULUH KOTA - Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, menyentil adanya kesan perselingkuhan antara Politisi...

Pemutihan Denda Pajak, Samsat 50 Kota Genjot Penerimaan Rp2 Miliar Dalam Sebulan

Pemutihan Denda Pajak, Samsat 50 Kota Genjot Penerimaan Rp2 Miliar Dalam Sebulan

LIMAPULUH KOTA -- Program Badan Keuangan Daerah, Sumatera Barat berupa pemutihan denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)...

Terputus Aliran Sungai, Jalan Penghubung Antar Desa di Mentawai Sulit Dilalui Kendaraan

Terputus Aliran Sungai, Jalan Penghubung Antar Desa di Mentawai Sulit Dilalui Kendaraan

MENYAWAI - Jalan Penghubung Desa Saureinuk (Silaoinan) - Desa Betumonga sampai saat ini sudah bisa dilalui, walau...

Kabut Asap Kembali Pekat di Agam, Masyarakat Dihimbau Tidak Membakar Sampah dan Lahan

Kabut Asap Kembali Pekat di Agam, Masyarakat Dihimbau Tidak Membakar Sampah dan Lahan

AGAM - Sempat reda beberapa waktu, kabut asap kembali menyelimuti wilayah Kabuapten Agam, Provinsi Sumatra Barat...

Kak Seto Meriahkan Acara IMTF 2019 di Pasaman

Kak Seto Meriahkan Acara IMTF 2019 di Pasaman

PASAMAN -- Dr. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si. atau biasa dikenal dengan Kak Seto sang psikolog anak nasional, menjadi...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media