Asal Usul Penamaan Makanan Tradisional Lamang Tungkek Khas Talawi Sawahlunto

  • Whatsapp
lamang tungkek
Lamang Tungkek (Foto: Dok. Istimewa)

Oleh: Saskia Putri Nabilla

Makanan tradisional adalah makanan dan minuman, termasuk makanan jajanan serta bahan campuran yang digunakan secara tradisional dan telah lama berkembang secara spesifik di daerah atau masyarakat Indonesia (Nuraida dalam Sihombing, 2019).

Read More

Salah satu daerah yang memiliki makanan tradisional yang mempunyai ciri khas tersendiri yaitu Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto. Daerah tersebut memiliki makanan tradisional yang diberi nama Lamang Tungkek. Nama makanan tradisional ini tergolong unik karena diambil dari bentuk makanan tersebut.

Berdasarkan hasil wawancara, Bapak Aljasri Datuk Abu Bakar yang merupakan datuk di Desa Talawi Mudik, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto menyatakan bahwa alasan penamaan Lamang Tungkek adalah berasal dari desain makanan yang dibentuk seperti tongkat.

Tungkek yang disebut masyarakat setempat merupakan bentuk kata yang sama arti dengan kata tongkat dalam bahasa Indonesia. Tongkat menurut Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (2016), memiliki arti sepotong bambu (rotan, kayu, dan sebagainya) yang agak panjang.

Makanan tradisional ini, dinyatakan berbentuk seperti tongkat karena memiliki ruas yang mirip dengan ruas pada bambu. Lamang Tungkek ini, memiliki panjang 10 sentimeter dengan diameter sekitar 3 sentimeter. Makanan tersebut diikat satu sama lain dalam satu untai tali rafia sepanjang 1 meter. Dengan demikian, bentuk tongkat pada makanan tradisional ini, dapat terlihat ketika digantung atau diangkat ke atas yang nanti akan seperti tongkat yang sedang berdiri tegak.

Penamaan makanan berdasarkan bentuk makanan tersebut, juga ditemukan dalam artikel ilmiah yang berjudul “Penggunaan Istilah Makanan dan Jajanan Tradisional pada Masyarakat di Kabupaten Banyuwangi sebuah Kajian Etnolinguistik”.

Kue serabi memiliki kesamaan bentuk dan makna dengan istilah yang digunakan pada jajanan tradisional yaitu serabi (Kusumaningtyas, Bambang Wibisono, dan Kusnadi, 2013). Berdasarkan penelitian tersebut, terdapat beberapa jenis makanan tradisional yang dikategorikan berasal dari bentuk makanan itu sendiri, seperti makanan tradisional kelepon dan kucur. Penamaan makanan kelepon, memiliki kesamaan dengan bentuk makanan tradisional yang disebut klepon. Kemudian penamaan makanan tradisional kucur, diambil oleh masyarakat setempat dari kata nyucur (manyun), sehingga bentuk makanan tersebut seperti bibir yang manyun.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa alasan penamaan makanan tradisional lamang tungkek adalah karena bentuk makanan ini seperti tongkat. Hal ini, juga ditemukan pada penelitian lain mengenai penamaan makanan tradisional yang diambil dari bentuk makanan tersebut, seperti kue serabi, kelepon, dan kucur. (*)

/* Penulis adalah Mahasiswa Universitas Andalas.

Related posts