Bahaya, BPS Sebut Nasi Goreng dan Nasi Bungkus Penyumbang terbesar Inflasi

MINANGKABAUNEWS, SOLOK – Bahaya, Badan Pusat Statistik Kota Solok sebut penyumbang inflasi terbesar tersebut berada pada panganan tradisional dan siap saji, yakni nasi goreng dan nasi bungkus.

Menurut Kepala BPS Kota Solok, nasi goreng dan nasi bungkus mampu menaikan inflasi sebesar 30% dibandingkan dengan transportasi darat dan udara, yang menempati urutan kedua setelah panganan rakyat tersebut.

Read More

Hal ini diungkapkan kepala Badan Pusat Statistik Kota Solok Amperianto saat melakukan video Conferenci bersama Wakil Walikota Solok Ramadhani Kirana Putra bersama Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tito Karnavian, Rabu (03/05/2023).

Sementara, Wakil Walikota Solok Ramadhani Kirana Putra cukup kaget dimana penyumbang inflasi tertinggi berada pada panganan masyarakat berupa nasi goreng dan nasi bungkus.

Menurut Dhani, nasi goreng dan nasi bungkus merupakan panganan tradisional masyarakat. Usaha ini banyak digeluti oleh pedagang kecil dan Usaha Kecil Menengah.

“Saya akan beri arahan pada OPD terkait kebenaran laporan BPS Kota Solok ini. Kita akan check langsung ke lapangan terkait kenaikan inflasi dan harga pangan yang menjadi penyumbang inflasi tertinggi di Kota Solok ” ujarnya.

“Nanti petugas dari Pemerintah Daerah Kota Solok akan memantau harga dilapangan, apakah kenaikan harga ini hanya selama bulan Ramadhan saja atau masih berkelanjutan hingga bulan Syawal ini” terang Wawako.***

 

Related posts