Bangkitkan Perekonomian Melalui UKM dan UMKM, Bupati Safaruddin: Tidak Ada Cerita Lepas Tangan

  • Whatsapp
Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro Rajo ketika mempergakan produk Lokal Batik Gambir. (Foto: Istimewa)

 

LIMAPULUH KOTA, MINANGKABAUNEWS,- Secara regional Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat pada masa pandemi Covid-19 terdampak secara ekonomi. Sektor pariwisata, perdagangan, kesehatan dan sektor lainnya melemah. Dalam kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota melihat peluang pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) sebagai harapan untuk membangkitkan perekonomian masyarakat secara umum.

Agar perkonomian terangkat dan memiliki sirkulisai yang baik di tengah-tengah masyarakat, Pemkab Limapuluh Kota memiliki tujuan yang sama dengan pemerintah pusat untuk menumbuh dan mengembangkan UMKM sebagai langkah dan kerangka membangunan perekonomian nasional secara umum dan Kabupaten Limapuluh Kota secara khusus.

Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro Rajo mengatakan, Pemerintah Daerah berkewajiban untuk menelusuri permasalahan UMKM dalam segi apapun. UKM dan UMKM perlu mendapatkan advokasi maksimal agar memiliki pemahaman cara dan strategi pengembangan yang baik.

“Ini pengabdian terhadap pemerintah daerah terhadap UKM dan UMKM yang ada. Tidak ada cerita Pemkab lepas tangan terhadap potensi usaha masyarakat yang dapat memberikan kontribusi yang baik kepada perekonomian,” kata Safaruddin di ruang kerja Bupati, Rabu(6/10/2021)

Dijelaskan Safaruddin, banyak usaha ekonomi produktif independen yang dimiliki perorangan atau kelompok di Kabupaten Limapuluh Kota. Selain kuliner, kain tenun dan songket, salahsatu produk lokal UMKM yakni Batik Gambir yang di produksi oleh kelompok Tigo Sarumpun. Secara kualitas dan kuantitas tidak kalah dengan jenis batik lainnya. Dengan memanfaatkan salahsatu produk komoditi Kabupaten Limapuluh Kota yaitu Gambir. Esktrak daun gambir tersebut menjadi bahan untuk lukisan pada kain.

“Benar gambir salahsatu komoditi unggul Kabupaten Limapuluh Kota. Ekstrak daun gambir ini yang menjadi bahan membatik. Secara kualitas sangat baik. Saya memakai batik itu.” Jelas Safaruddin.

Ditambahkannya, digitalisasi menjadi sebuah hal penting bagi UMKM yang musti direalisasikan kedepan. Sesuai perkembangan zaman platform digital UKM dan UMKM perlu disiapkan untuk mencapai target pasar strategis bagi setiap produk yang ada. Sejalan dengan itu langkah dan upaya Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota untuk menumbuh dan mengembangkan produksi lokal dari UKM dan UMKM sebagai kewajiban dan kebutuhan yaitu memakai produk itu sendiri. Tanggung jawab sebagai kepala daerah untuk perekonomian masyarakat, intruksi kepada setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memakai pakaian produksi lokal sudah dilakukan.

“Digitalisasi merupakan hal penting, melalui dinas terkait hal ini akan kita tindaklanjuti. Agar sejalan, produk fhasion lokal asli Kabupaten Limapuluh Kota menjadi kewajiban setiap OPD untuk memakai setiap hari kamis yang akan di mulai bulan November mendatang,” Tambahnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK dan Ketua Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Kabupaten Limapuluh Kota Ny. Nevi Safaruddin menyebutkan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) dapat diberdayakan maksimal. Melakukan kerjasama dengan berbagai pihak PLUT menjadi sebuah peluang yang sangat besar bagi pertumbuhan sektor ekonomi bagi pelaku Koperasi dan UKM di daerah.

“Sebagai mitra pemerintah Dekranasda berkewajiban membantu agar produk kerajinan lokal lebih maju dan berkembang sehingga meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha kerajinan.Kerjasama dengan berbagai pihak. PLUT ini salahsatunya, seluruh bentuk hasil karya kerajinan berikut produksi UKM dan UMKM tidak saja menjadi pajangan, namun harus mendapatkan pasar,” Kata Nevi.

Ditambahkan Nevi, PLUT dapat menjadi tempat konsultasi bisnis bagi setiap pelaku UKM dan UMKM di daerah. Selain itu bertindak sebagai mediator dan sumber informasi yang dapat memberikan rujukan agar pelaku UMKM dapat menemukan solusi yang tepat pada setiap persoalan.

“Bersama Dinas terkait Dekransda akan membantu Pemkab agar PLUT tidak saja menjadi galeri, tapi juga dijadikan sebagai konsultasi bisnis, pendampingan, akses pemasaran, pelatihan bisnis dan lain-lain.” Tutup Nevi. (rn)

 

 

 

Related posts