Bangun Usaha Masyarakat, Abdimas Unand Gelar Pelatihan Produksi Pupuk Kandang di Kabupaten Padang Pariaman

MINANGKABAUNEWS.COM, PADANG PARIAMAN — Dalam pertengahan tahun 2020 Organik Jaya merintis usaha pupuk organik dan media tanam. Organik Jaya merupakan usaha skala rumahan di Kabupaten Padang Pariaman yang memulai usahanya dengan menjadi reseller produk, dikarenakan keterbatasan ilmu pengetahuan dalam produksi pupuk organik dan media tanam. Sebuah tim Pengabdian Masyarakat Universitas Andalas (Abdimas Unand) yang diketuai oleh Ratna Aisuwarya M.Eng (dengan anggota : Dr.Eng. Shinta Silvia, M.T. dan Monika Rianti Helmi, M.Si.) terjun ke masyarakat untuk membantu Organik Jaya membangun usahanya, melalui berbagai program persiapan dan pelatihan yang dimulai sejak Desember 2020. Membuahkan merek produk milik Organik Jaya dengan tajuk “Nature Enviro”.

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mitra, khususnya pada usaha industri rumahan media tanam organik di Kabupaten Padang Pariaman.

Read More

Pupuk kompos kotoran hewan(disebut juga pupuk kandang) mengandung sedikit unsur hara makro NPK (Natrium, Fospor, Kalium). Namun jumlah unsur hara mikro di dalamnya sangat diperlukan untuk membantu proses pertumbuhan tanaman. Kotoran sapi mengandung beberapa unsur hara, yakni 0,33 persen nitrogen; 0,11 persen fosfor; 0,13 persen kalium; 0,26 persen kalsium.

“Proses pengomposan berlangsung selama 3 minggu. Setelah 3 minggu kompos sudah jadi ditandai dengan bahan kompos tidak panas dan tidak bau. Ciri-ciri kompos sudah jadi dan baik adalah warna kompos coklat kehitaman,”ungkap Ratna mengenai kronologi pelatihan yang telah dilakukan saat itu.

Adapun ciri-ciri lainnya : Aroma kompos yang baik tidak menyengat, tetapi mengeluarkan aroma seperti bau tanah atau bau humus hutan. Apabila dipegang dan dikepal, kompos dari kotoran sapi akan menggumpal. Apabila sedikit ditekan, gumpalan kompos akan hancur dengan mudah.

Kamis, (8/12/2021) Ratna menuturkan, “Proses produksi dalam pelatihan ini harus dilakukan dengan maksimal, untuk mewujudkan produk yang layak uji. Dan pengujian direncanakan pada tahun 2022”.

Ratna menambahkan Pelatihan ini menjadi langkah kedua setelah persiapan merek dan pengemasan (package).

Related posts