Banjir dan Longsor Kepung Kapur IX, Relawan ‘PAkSa’ Langsung Bergerak

Relawan 'PAkSa' dikomandoi Ferizal Ridwan memuat bantuan untuk dibawa ko lokasi bencana Kapur IX, Minggu (2/1). (Foto: Relawan Aksi PAkSa)

MINANGKABAUNEWS.COM, LIMAPULUH KOTA – Hujan deras yang mengguyur hampir di seluruh kawasan Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, sejak Jum’at (31/12) malam hingga Sabtu 1 Januari 2022, menyebabkan bencana alam banjir dan tanah longsor pada sejumlah titik di Kecamatan Kapur IX.

“Sejumlah sungai yang ada di kawasan Kecamatan Kapur IX yakni Sungai Batang Kapur, Batang Kampar dan Batang Maek meluap yang mengakibatkan terjadinya banjir dan tanah longsor menimbun beberapa titik badan jalan,” kata Kapolsek Kapur IX, Iptu Desfa Ningrat dikonfirmasi wartawan via telepon genggamnya, Sabtu siang.

Read More

Menurutnya, banjir disebabkan meluapnya Sungai Batang Kapur, Batang Kampar dan Batang Maek mengakibatkan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah nagari di kawasan Kecamatan Kapur IX.
Akibat luapan air, akses jalan dari Nagari Sialang menuju Galugua putus total.

Adapun beberapa titik jalan lainnya, juga tertimbun material longsor dan pohon kayu tumbang. Terjangan banjir tidak hanya membuat akses jalan dari Sialang ke Galugua terputus, tetapi juga merusak tembok pengaman pondasi jembatan yang berada di Jorong Mongan.

“Akses jalan (ke galugua) tidak bisa dilalui, sebab ketinggian air lebih kurang 2,5 meter. Selain itu banjir juga mengakibatkan lahan pertanian terendam dan sebagian warga berusaha menggungsi karena rumah mereka terendam banjir. Sampai kini tidak ada laporan korban jiwa,” tambah Iptu Desfa Ningrat.

Camat Kapur IX, Ferry Aryantoni, mengungkapkan Tim dari Dinas Damkar dan BPPD Kabupaten Limapuluh Kota dibantu petugas dari Kecamatan dan Pemerintahan Nagari sudah turun ke lokasi memberikan bantuan penanggualangan bencana.

“Terkait material longsor yang menimbun badan jalan sudah dibersihkan dengan alat berat oleh Dinas PU dan secara gotong-royong bersama Tim dari Dinas Damkar dan BPPD dibantu petugas dari Kecamatan dan pemerintahan nagari serta masyarakat setempat,” pungkas Ferry Aryantoni.

Adapun sejumlah komunitas sosial kemanusiaan di Luak Limopuluah yang tergabung ke dalam barisan relawan Palanta Aksi Kemanusian dan Sosial (PAkSa) dilaporkan langsung turun ke Kapur IX. Para relawan itu dikoordinatori mantan Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan.

Bersama tim relawan PAkSa, Ferizal Ridwan yang akrab disapa Buya Feri didampingi mantan Ketua DPRD Limapuluh Kota, Ismardi BA dan mantan anggota DPRD Limapuluh Kota Nasrul Rasyid, Hafnizal Oyong, Erizal Ramli dan Riyusni, serta relawan PAkSa yang sudah ada di Kecamatan Kapur IX dan Kecamatan Pangkalan, sejak Minggu (2/1) pagi.

Para relawan sosial itu langsung bergerak ke lokasi yang dilanda musibah banjir dan tanah longsor untuk berbagi dengan masyarakat terdampak banjir. Melalui pesan singkat yang diunggah di media sosial whatsApp (WA) grup Palanta Aku ada Kita, Ferizal menyampaikan berita duka perihal bencana yang melanda Kecamatan Kapur IX.

Ferizal mengabarkan, bahwa terdapat banyak titik longsor dan sejumlah pemukiman terendam air sampai 1 meter, sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari pukul 02.00 WIB. Bahkan, akibat kejadian, banyak masyarakat yang terpaksan harus mengungsi dan membutuhkan bahan pokok.

“Maka dari itu, Insyaallah besok pagi Minggu 2 Januari 2022 , Tim Relawan PAkSa akan menuju ke Nagari Gelugua, berangkat pukul 8.00 wib dari Posko. Bagi dunsanak yang akan berdonasi menyumbang dan berempati, dapat menghubungi kami,” ajaknya.

Ferizal Ridwan yang sempat dihubungi jelang keberangkatan ke Kecamatan Kapur IX, Minggu pagi (2/1) membenarkan, tim relawan PAkSa akan turun ke Nagari Galugua untuk memberikan bantuan beras, sembako dan susu untuk bayi.

Dia menyebut, kegiatan sosial PAkSa sebenarnya diundur ke minggu depan karena para donatur dalam kondisi tutup buku perusahaan dan usaha mereka. Sekaligus menghitung bagian zakat, sedekah yang mesti mereka keluarkan yang kemudian baru bisa kita teruskan dan sampaikan kepada mereka yang berhak menerimanya.

“Tetapi karena situasi bencana, dan informasi dari relawan kita dari Kapur IX, maka kita tetap isi minggu ini dengan insidentil, karena sudah dua hari masyarakat disana mengungsi, akibat luapan batang Kampar, kapur dan batang Maek,” sebut Ferizal.

Dia mengakui, untuk memudahkan penyaluran bantuan, karena beberadaan Jorong di kawasan nagari Galugua lokasinya agak berjauhan maka relawan PakSa akan membuka Posko di Tanjung Jajaran.

“Guna mempermudah penyaluran bantuan, relawan PakSa akan membuka posko di Tanjung Jajaran,” tuturnya. (akg)

Related posts