Baznas Kota Solok Gelar Sosialisasi Zakat Pada Travel Umroh dan Pengurus Masjid

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS, SOLOK – Baznas Kota Solok gelar sosialisasi zakat bagi stakeholder binaan Kementerian Agama Kota Solok, travel umroh, dan pengurus Masjid di Kota Solok, Selasa (29/8/2023), di aula Kemenag Kota Solok.

Sosialisasi Zakat ini dihadiri Kepala Kementerian Agama Kota Solok Mustapa dan Ketua Baznas Kota Solok AKBP (Purn) Zaini dan komisioner Baznas Kota Solok Bidang Pengumpulan Zakat Diki Asnur serta Staf Bagian Kesra Kota Solok.

Read More

Kepala Kementerian Agama Kota Solok Mustapa ditemui MinangkabauNews.com seusai kegiatan sosialisasi tersebut mengatakan sangat mendukung upaya Baznas Kota Solok dalam mengumpulkan zakat dari para muzzaki.

“Sosialisasi zakat kepada masyarakat terutama masyarakat yang tergolong mampu secara ekonomi, dan kepada kelompok usahawan sangat tepat. Dan Kementerian Agama Kota Solok sangat mendukung upaya Baznas ini” Kata Mustapa.

Sementara, Ketua Baznas Kota Solok AKBP (Purn) Zaini mengingatkan para wajib zakat bahwa orang miskin diberi hak oleh Allah memberikan syafa’at kepada orang kaya yang memberikan zakatnya kepada orang miskin selama hidup di dunia.

Di akhir zaman nanti Allah akan perintahkan orang miskin untuk menggandeng orang kaya yang membantunya dengan menyalurkan zakatnya pada simiskin untuk bersama-sama masuk sorga.

“Lihat, begitu indahnya hidup dengan berzakat. Dengan zakat kita dapat syafa’at dari orang tidak mampu, disamping itu harta kita jadi bersih dan diberkahi oleh Allah. Ayo, keluarkan zakat kita dan percayakan pada Baznas Kota Solok dalam mendistribusikanya” himbau Zaini.

Sedangkan Dikki Asnur, Komisioner Bidang Pengumpulan Baznas Kota Solok mengungkapkan target zakat Kota Solok pada tahun 2023 sebesar Rp. 6,2 Milyar, dimana potensi zakat di Kota Solok sebesar Rp. 15 Milyar, dan potensi zakat fitrah di Kota Solok sebesar Rp. 2,228 Milyar.

Menurut Diki Asnur, berdasarkan data Baznas Kota Solok, terdapat beberapa kelurahan penyumbang terbesar jumlah mustahiknya. Di antaranya Kelurahan Tanah Garam, Kelurahan Simpang Rumbio, Kelurahan Koto Panjang, Kelurahan Tanjung Paku, Kelurahan Nan Balimo, dan Kelurahan PPA.

“Oleh karena itu, perlu dibentuk UPZ disetiap Masjid karena pengurus Masjid tahu warganya yang tidak mampu dan benar-benar miskin, tidak melalui orang lain. Jadi dana zakat ini tepat sasaran dan diterima langsung warga tidak mampu” ujarnya.***


Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Minangkabaunews.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Related posts