Belajar dari Kelurahan Manggis Ganting

  • Whatsapp
Naufal Jihad
Naufal Jihad (Foto: Dok. Istimewa)

Oleh: Naufal Jihad

‘Alam Takambang Jadi Guru’ merupakan salah satu pepatah Minangkabau yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungan dimana kita berada. Tidak hanya itu, setiap perjalanan yang ditempuh dalam hidup ini selalu bertumpu pada fenomena alam atau lingkungan yang senantiasa dijadikan pelajaran berharga untuk menempuh kehidupan yang lebih baik. Setiap individu memiliki kewajiban untuk peduli terhadap alam atau lingkungan yang menjadi wadah kehidupan sosial.
Banyak cara yang bisa dilakukan oleh individu terkhususnya para generasi muda saat ini untuk peduli terhadap lingkungan sosial dan masyarakat, salah satunya adalah dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diperuntukkan bagi mahasiswa sebagai generasi muda agar mampu memahami setiap realita sosial yang terjadi ditengah masyarakat.

Read More

Dalam rangka pengamalan poin ketiga dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian terhadap masyarakat, tentu sebagai seorang mahasiswa memiliki kewajiban dalam mengembangkan serta memajukan setiap aspek kehidupan dalam masyarakat. Karena mahasiswa itu sendiri merupakan bagian dari masyarakat, tidak ada pembatas antara mahasiswa dan masyarakat. Untuk itu tujuan dari Kegiatan Kuliah Kerja Nyata adalah suatu bentuk pendidikan dengan cara memberikan pengalaman empiris kepada mahasiswa untuk hidup ditengah-tengah masyarakat di luar kampus, dan secara langsung mengajarkan kepada mahasiswa cara identifikasi masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat. Kuliah kerja nyata secara langsung akan menunjukan keterkaitan langsung antara dunia pendidikan dan upaya perwujudan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu kota di Provinsi Sumatera Barat memiliki beragam keunikan, baik itu ditinjau dari aspek sosial, politik, maupun kulturnya. Dengan melihat kembali sejarah, telah banyak para tokoh yang lahir di kota tersebut dan mengharumkan Sumatera Barat di kancah nasional maupun internasional, Itulah Kota Bukittinggi yang dijuluki sebagai kota wisata dengan keindahan alam serta peninggalan-peninggalan yang masih terjaga hingga saat ini menjadikan kota tersebut punya daya tarik tersendiri. Kota Bukittinggi Memiliki 3 Kecamatan dan 24 Kelurahan serta luas kota kurang lebih 25,24 km². Kelurahan Manggis Ganting merupakan salah satu kelurahan yang ada di kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Memiliki luas wilayah kurang lebih 65,10 Hektar, jumlah penduduk sebanyak 4.881 jiwa dengan tipologi kelurahan yang berbasis persawahan, kerajinan dan industri kecil, jasa dan perdagangan.

Kelurahan Manggis Ganting merupakan satu-satunya kelurahan yang telah mewakili provinsi Sumatera Barat dalam penilaian perkembangan desa dan kelurahan oleh tim nasional serta menjadi kelurahan berprestasi pada tahun 2019 lalu. Telah banyak prestasi yang diraih oleh Manggis Ganting selama ini, kemudian melihat situasi dan kondisi masyarakatnya juga mendukung setiap program pemerintah kelurahan. Banyak hal yang dapat dijadikan sebagai pelajaran bagi kita semua ketika melihat bagaimana proses kehidupan sosial-politik masyarakat di Manggis Ganting, dengan adanya momentum Kuliah Kerja Nyata ini penulis mendapat banyak pengalaman yang mungkin tidak mampu untuk disampaikan secara menyeluruh pada tulisan ini. Salah satunya adalah kepedulian sosial yang tinggi dari masyarakat antar sesama sehingga menjadi suatu hal yang tidak dapat tergantikan.

Selama berkegiatan dan menjalani kehidupan ditengah masyarakat Manggis Ganting, penulis banyak belajar akan makna kehidupan bermasyarakat, bagaimana harus memahami setiap fenomena sosial yang terjadi. Setiap lingkungan memiliki bermacam-macam keunikan, begitulah yang terjadi di Kelurahan Manggis Ganting. Terdapat satu kebiasaan masyarakat yang khas, yaitu kepedulian sosial yang tinggi, saling mengulurkan tangan ketika salah satu diantara mereka mengalami kesulitan dan kesusahan. Hal itu yang selalu diterapkan oleh bapak M. Nur, S.H selaku Lurah Manggis Ganting terhadap masyarakatnya sehingga kebiasaan itu mengalir disetiap diri individu masyarakat. Rasa persaudaraan dan kekeluargaan yang hangat menjadikan kehidupan yang sulit menjadi terasa lebih mudah, serta terlepas dari perbedaan pandangan secara sosial dan politik tidak merusak kebersamaan yang telah dibangun oleh masyarakat.

Beralih kepada situasi politik melihat dari segi kepemimpinan, sebenarnya disinilah inti dari segala aspek kehidupan masyarakat yang menentukan apakah lingkungan yang dijalani masyarakat itu harmonis atau tidak, karena gaya kepemimpinan seorang pemimpin dalam hal ini Lurah sebagai orang yang dituakan oleh masyarakat tentu harus bersikap bijaksana dan menyebarkan nilai-nilai kebaikan melalui sikap dan perilakunya terhadap masyarakat. Dari apa yang telah penulis saksikan secara langsung, terdapat hubungan yang erat antara seorang pemimpin dan masyarakat di dalam sebuah lingkungan sosial. Cinta yang dibangun oleh bapak M. Nur kepada masyarakat menjadikan itu sebuah ikatan yang kuat sehingga tidak ada sesuatu yang dapat merusak hubungan itu karena berbeda pandangan atau masalah sosial lainnya.

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang menjadi kewajiban bagi setiap mahasiswa dalam menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan suatu kesempatan dan peluang yang besar untuk melihat langsung bagaimana realita sosial ditengah masyarakat. Banyak hal yang bisa dipetik dari proses KKN berlangsung selama kurang lebih 40 hari. Kunci keberhasilan dari program KKN ini adalah ketika mahasiswa mampu membangun hubungan sosial yang baik dengan masyarakat. Walaupun saat ini keadaannya berbeda dari tahun sebelumnya karena pandemi Covid-19 cukup banyak merubah pola kehidupan masyarakat sehingga perlu upaya dan tindakan yang mampu menyesuaikan dengan apa yang dialami saat ini.

Sebagai penutup, beberapa hal yang menjadi perhatian bersama adalah ketika hidup ditengah masyarakat. Perlu menjadi pribadi yang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dimana berada, terlepas dari ego dan keinginan masing-masing.

Keberadaan kita sebagai mahasiswa saat ini penting untuk merubah tatanan kehidupan masyarakat. Kontribusi yang diberikan sangat dibutuhkan dan bermanfaat untuk kemajuan bangsa dan negara. Antara mahasiswa dan masyarakat di Kelurahan Manggis Ganting saling melengkapi satu sama lain. Secara keilmuan, mahasiswa memberikan sumbangsih pemikirannya dari ilmu yang didapat pada bangku perkuliahan. Sedangkan dari masyarakat, dengan bekal pengalaman dalam hidup menjadi aset penting bagi perjalanan kehidupan yang akan datang dan hal itu tidak dimiliki oleh setiap orang khususnya pada mahasiswa. Ilmu dan Pengalaman harus berjalan beriringan demi terciptanya kepribadian yang utuh dan ideal. (*)

/* Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Ilmu Politik Universitas Andalas.

Related posts