Belasan Politisi Pentolan PSI Hengkang, Pilih ‘Lompat Pagar’ ke Partai Nasdem

14 Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ketika mendatangi kantor Partai Nasdem, Kamis (7/4). (Foto: Ist)

MINANGKABAUNEWS.COM, JAKARTA – Sedikitnya 14 orang politisi pentolan PSI atau Partai Solidaritas Indonesia diketahui menyatakan diri keluar dari partai. Mereka kemudian memilih berpindah ke Partai NasDem.

Para kader PSI yang pindah partai tersebut berasal dari Kabupaten Bandung Barat. Para kader yang mayoritas merupakan pentolan partai DPD PSI dan DPC itu berbondong-bondong mendatangi kantor DPD NasDem, pada Kamis (7/4) siang.

Read More

Dilansir Suara.com — jaringan Minangkabaunews.com, para politisi pentolan PSI ini mengaku mengalami dinamika politik luar biasa, sehingga memutuskan untuk hengkang.

“Saya bersama 14 orang mantan kader PSI memutuskan untuk bergabung dan memperkuat NasDem. Dinamika politik menyebabkan kita harus memilih jalan ini,” kata Rinto, salah satu kader PSI yang sempat menjabat sebagai wakil ketua DPD.

Rinto tak mau bercerita lebih detail terkait dinamika politik di tubuh PSI Bandung Barat. Persoalan tersebut, menurutnya, adalah masalah internal partai dan dirinya bersama beberapa kawan lamanya telah menyelesaikan secara baik-baik.

“Pertama saya keluar. Terus temen-temen lain dari pengurus DPC PSI seperti Lembang, Cililin dan Cipongkor, mengikuti jejak saya,” terang Rinto.

Adapun terkait pilihan hijrah ke Partai NasDem tak lain karena ada persamaan visi yakni sama-sama partai yang mengusung politik tanpa mahar.

“Kami memilih NasDem karena partai ini ada kesamaan visi dengan PSI yakni politik tanpa mahar,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Bapilu DPD NasDem KBB, Asep Hendra Maulana mengatakan menyambut baik adanya rombongan kader PSI bergabung ke NasDem.

Menurutnya, mantan kader PSI mayoritas adalah milenial, pemuda, dan kritis. Hal ini bisa jadi modal bagi NasDem untuk meraih target di Pemilu 2024.

“Di Partai Nasdem siapa pun berhak bergabung. Hadirnya kawan-kawan mantan politisi PSI ini satu nilai positif. Saya optimis ini tambah daya gedor karena kebanyakan Milenial dan Pemilih muda realistis,” tukasnya. (*)

Related posts