Belum Banyak yang Tahu, Inilah Asal Usul Silek Minangkabau

  • Whatsapp
Silat Minangkabau
Ilustrasi (Foto: Super Adventure)

Oleh : Ihsan Nur Rahmadhan

Silat Minangkabau adalah seni beladiri yang dimiliki oleh masyarakat Minangkabau, Sumatra Barat, Indonesia yang diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Masyarakat Minangkabau memiliki tabiat suka merantau semenjak beratus-ratus tahun yang lampau. Silek Minangkabau adalah suatu bela diri yang berada di Sumatra Barat, yang diwariskan oleh nenek moyang Secara turun temurun dan tidak akan pernah hilang generasinya. Hampir keseluruhan orang Minang pandai basilek dikarenakan orang Minang banyak yang merantau keluar daerah Minangkabau sehingga kegunaannya adalah untuk menjaga diri mereka dari perbuatan buruk yang akan menimpanya.

Read More

Di samping sebagai bekal untuk merantau, silek penting untuk pertahanan nagari terhadap ancaman dari luar. Silat Minangkabau juga dapat sebagai sarana hiburan yang dipadukan dengan drama yang dinamakan Randai. Yang berisikan nasihat Dan petuah Dari Nenek Moyang yang diturunkan secara turun temurun.

Silek Minangkabau sering berlatih secara sembunyi karna prinsip orang Minang adalah musuah indak di cari basuo pantang di helakan kapandaian dak paralu di tunjuakan walaupun barado di di tapampek nan Kalam pasti tampak juo di urang lain( Manggung,25,02,2021).

Kajian sejarah silek memang rumit karena diterima dari mulut ke mulut, pernah seorang guru diwawancarai bahwa dia sama sekali tidak tahu siapa buyut gurunya. Bukti tertulis kebanyakan tidak ada. Seorang Tuo Silek dari Pauah, Kota Padang, cuma mengatakan bahwa dahulu silat ini diwariskan dari seorang kusir bendi (andong) dari Limau Kapeh. Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat. Seorang guru silek dari Sijunjung, Sumatra Barat mengatakan bahwa ilmu silat yang dia dapatkan berasal dari Lintau. Ada lagi Tuo Silek yang dikenal dengan nama Angku Budua mengatakan bahwa silat ini dia peroleh dari Koto Anau, Kabupaten Solok. Daerah Koto Anau di Kabupaten Solok, Bayang dan Banda Sapuluah di Kabupaten Pesisir Selatan, Pauah di Kota Padang atau Lintau di Kabupaten Tanah Datar pada masa lalunya adalah daerah penting di wilayah Minangkabau. Daerah Solok misalnya adalah daerah pertahanan kerajaan Minangkabau menghadapi serangan musuh dari darat, sedangkan daerah Pesisir adalah daerah pertahanan menghadapi serangan musuh dari laut. Tidak terlalu banyak guru-guru silek yang bisa menyebutkan ranji guru-guru mereka secara lengkap.

Pada masa Datuak Suri Dirajo inilah silek Minangkabau pertama kali diramu dan tentu saja gerakan-gerakan beladiri dari pengawal yang empat orang tersebut turut mewarnai silek itu sendiri. Nama-nama mereka memang seperti nama hewan (Kambing, Harimau, Kucing dan Anjing), namun tentu saja mereka adalah manusia, bukan hewan menurut persangkaan beberapa orang. Asal muasal Kambiang Hutan dan Anjiang Mualim memang sampai sekarang membutuhkan kajian lebih dalam dari mana sebenarnya mereka berasal karena nama mereka tidak menunjukkan tempat secara khas.

Langkah ampek dalam silek

Langkah ampek adalah salah satu gerakan dasar dalam silek Minangkabau namun dari langkah tersebut memiliki nama-nama yang berbeda berdasarkan daerah nya masing-masing.

Langkah suruik

Langkah suruik adalah gerakan untuk menghindari Serangan lawan. Karena orang Minang berprinsip salagiĀ  bisa suruik Jan di sarang,salagi bisa bahimaikĀ  Jan di pakai.

Langkah mahelak

Langkah mahelak adalah gerakan untuk menangkis seluruh gerakan lawan dalam langkah mahelak biasanya yang memakai langkah ini akan menghabiskan tenaga lawannya dengan cara menangkis serangan tersebut.

Langkah manyapo haluih

Langkah manyapo haluih adalah gerakan yang membuat lawannya dalam kondisi terdesak. Di ibaratkan seperti kieh sindiran halus namun yang menerima kieh tersebut langsung tersingung.

Langkah mahantam tanah

Langkah mahantam tanah adalah gerakan serangan dari si orang yang awalnya sudah menangkis dan ingin membalikan kedudukan kepada lawannya. Karna orang Minang berprinsip musuah indak di cari basuo pantang di helakan.

Perlengkapan silek

  • Sasaran silek

Sasaran Silek adalah tempat latihan silat di Minangkabau, sasaran ini mungkin bisa disamakan artinya dengan padepokan atau gelanggang. Tempat latihan ini ada yang sengaja dibuat oleh guru dan para muridnya atau disediakan oleh nagari atau suku atau kadang kala sasaran ini di mana saja, seperti di dapur, di bilik, di gudang dan di tempat yang sepi yang jarang dilewati orang seperti di dangau, di ladang dan di hutan.

  • Minyak silek

Biasanya di suatu perguruan silek memiliki minyak yang digunakan untuk keperluan pengobatan pada kasus terkilir selama latihan dan juga sekaligus simbol dari warisan sah suatu perguruan. Minyak itu diwarisi secara turun temurun dari generasi dahulu kepada generasi penerus.

  • Pakaian

Pakaian yang digunakan untuk silek adalah pakaian berwarna hitam yang lebih terkenal dengan sebutan endong atau galembong. Hitam ini sendiri memiliki makna tahan tapo (tahan terpaan) dan tentu saja pakaian hitam ini lebih baik digunakan untuk silat dibandingkan dengan pakaian putih yang terlihat cepat kotor.

  • Senjata dan pusaka sasaran

Sasaran silek yang baik dan bagus biasanya memiliki senjata yang lengkap serta memiliki benda-benda pusaka yang diwariskan secara turun-temurun. Senjata-senjata yang biasanya ada adalah Karih (Keris), tumbak lado (tombak cabe), kurambik (kerambit), tumbak (tombak), ladiang (lading, golok), sabik (sabit), tungkek (tongkat), dan pisau.

/* Penulis adalah Mahasiswa Universitas Andalas.

Related posts