Berikan Ceramah Tabliq Akbar Tahun Baru, Buya Irwandi Nashir di Hadapan Ribuan Jemah BKMT Se-Kabupaten Tanah Datar, Inilah Pesan Buya Irwandi Nashir

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, TANAH DATAR — Ribuan ummat muslim menghadiri Tabligh Akbar BKMT Se-Kabupaten Tanah Datar bersama Buya Irwandi Nashir, Senin 24/7/2023, di gedung nasional Maharajo Dirajo, Batusangkar

Buya Irwandi Nashir menyampaikan Ada dua pesan penting dalam peristiwa hijrah Rasulullah saw pada tahun 622 M itu yang berguna untuk membebaskan hati dari belenggu yang membuat hidup tak bahagia.

Read More

Pesan pertama, berikhtiar dan i’tishom billaah atau menggantungkan hati hanya pada Allah Ta’ala. Kebahagian hakiki akan sirna ketika ada bergantung selain pada Allah Ta’ala.

Sebenarnya jika Allah Ta’ala berkehendak,Rasulullah saw bisa saja hijrah ke Madinah dalam sekejap mata tanpa harus bersusah payah. “Tapi, adanya perjuangan Rasulullah sejak keluar rumah, bersembunyi di gua tsur hingga lika-liku berdakwah di Madinah mengajarkan kepada kita bahwa untuk meraih kejayaan itu perlu ada ikhtiar yang dilandasi dengan menggantungkan hati pada Allah Ta’ala,” jelas Ustadz Dr. H.Irwandi Nashir saat menyampaikan Tablih Akbar BKMT Se-Kabupaten Tanah Datar, Senin 24/7/2023, di gedung nasional Maharajo Dirajo, Batusangkar.

Dikatakannya, melalui peristiwa hijrah Rasulullah saw kita dipaparkan dengan kuatnya ketergantungan hati Rasulullah pada Allah Ta’ala ketika rumah beliau dikepung, saat beliau berada dalam gua Tsur hingga terus dikejar untuk dibunuh.

Perintah untuk menggantungkan hati kepada Allah Ta’ala, jelasnya, disebut dalam surah al-Hajj: 78. “I’tishom billah adalah bentuk kecerdasan hati yang harus dilatihkan pada anak sejak dini,” ujar Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Payakumbuh itu.

Pesan kedua, ungkapnya, adalah bebaskan hati dari belenggu kekikiran. Dalam peristiwa hijrah Rasulullah, kita disajikan dengan fakta mencenggangkan tentang kedermawanan kaum Anshar dalam menolong kaum Muhajiran di Madinah.

Dalam surah al-Hasyr: ayat 9 tentang kebeningan hati kaum Anshar yang ditandai dengan kecintaan mereka pada kaum Muhajirin tanpa ada rasa iri dan keegoaan untuk mementingkan diri sendiri. “Semua itu dapat diwujudkan jika hati bebas dari belenggu kekikiran,” tegas dosen UIN Bukittinggi itu.

Turut hadir pada acara tabligh akbar BKMT Tanah Datar putaran ke 603 itu Bupati dan Wakil Bupati Tanah Datar dan segenap unsur Forkopimda Tanah Datar.


Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Minangkabaunews.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Related posts