Berita Covid-19: Jangan Sampai Kena Jebakan Click

  • Whatsapp
jebakan klik
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)

Oleh: Isa Hai Salam

Covid-19 adalah sebuah virus jenis baru yang melanda manusia di penjuru dunia, derasnya Informasi dan berita mengenai Covid-19 di media, dan banyaknya pengguna media mencari tentang pemberitaan Covid-19 di media online menempatkan keyword “virus Covid-19” atau “Covid-19” menjadi kata populer di seluruh search engine yang ada di media sosial. Berbeda halnya dengan virus-virus pendahulunya sepersi SARS dan MERS, Covid-19 muncul disaat masyarakat aktif menggunakan media sosial mereka.

Read More

Menurut situs resmi We Are Social pengguna aktif media sosial bahkan mencapai 3.8 miliar, pengguna aktif internet mencapai 4.54 miliar. Menurut data statistica.com pengguna aktif media sosial seperti Twitter 340 juta, Instagram 1 miliar, Whatsapp 1.6 miliar, Youtube 2 miliar, dan Facebook mencapai 2.4 miliar, serta jumlah penayangan berita melalui Televisi naik sekitar 1 juta pemirsa. 

Kebutuhan akan informasi setiap pembaca pastinya berbeda-beda, informasi memiliki berbagai macam topik atau isu, ada yang sudah kejadian lama ataupun kejadian yang baru saja terjadi, salah satunya yaitu kebutuhan pembaca akan informasi tentang kesehatan. Rasa ingin tahu masyarakat di Indonesia akan kesehatan cukup tinggi, apalagi di tahun 2020 ketika Indonesia mendapati kasus baru Covid-19.

Pemberitaan kesehatan bukan lah hal yang patut untuk di clickbait, tetapi nyatanya banyak situs berita online yang menggunakan kesempatan yang sedang terjadi untuk mendapatkan banyak klik. Seperti berita-berita Covid-19 yang mereka posting menggunakan judul-judul yang tidak sesuai dengan isinya. Sebagai orang awam masyarakat pasti bingung dengan keadaan Covid-19 yang tiba-tiba muncul dan mewabah. Ada juga yang jadi paranoid dan bingung untuk melakukan apa agar terhindar dari Covid-19 ini.

Clickbait adalah salah satu cara media untuk meningkatkan pengunjung di situs website mereka. Indonesia memiliki banyak media yang menyuguhkan berita clickbait. Hal ini adalah cara baru di dunia jurnalistik untuk meningkatkan pengunjung di situs website mereka. Clickbait memiliki judul yang berbeda dengan isinya, hal ini bertujuan untuk membuat pembaca mengklik judul yang ditampilkan. 

Situs berita yang ada di media online dalam praktiknya banyak yang melakukan clickbait untuk mendapatkan keuntungan sepihak. Berita dengan unsur clickbait dianggap efektif untuk menarik para pembaca dan mendapatkan keuntungan, tanpa mempedulikan adanya unsur berita yang lengkap dan Kode Etik Jurnalistik yang benar. Tidak hanya satu atau dua situs berita media daring yang menggunakan clickbait, hampir semua situs berita di media daring pernah melakukannya.

Clickbait pada dasarnya memiliki ciri khas, dalam membaca berita kita dapat membedakan mana berita clickbait mana tidak seperti  berikut :

  1. Pertama menggunakan judul yang sensasional, seperti menggunakan kata-kata yang membangkitkan perasaan (emosi) pembaca atau yang judul yang menggemparkan sehingga pembaca tertarik pada berita tersebut.
  2. Kedua dengan judul seperti kalimat tanya, misalnya “Apa Kata Mentri Kesehatan Indonesia Soal Covid-19 ? Simak jawabannya”. 
  3. Ketiga menggunakan kata penunjuk “ini”, “inilah” atau “ini dia”.
  4. Keempat menggunakan kata seru (!), Wow!, Keren!, Duh!, Astaga!. Ciri-ciri inilah yang paling mudah kita jumpai di berita online.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Biyani P, Tsioutsiouliklis K, dan Blackmer J tahun 2016, menyatakan ada 8 jenis clickbait yaitu :

Jenis Definisi
Exagerration (Berlebihan) Judul yang berlebihan untuk menarik keinginan pembaca dengan melebih-lebih kan sebuah fakta.
Teasing (Menggoda) Judul yang mengolok-olok atau mencoba memprovokasi seseorang dengan cara yang menyenangkan, yaitu dengan cara menghapus rincian dari judul dengan tujuan membangun ketegangan atau menggoda.
Inflamantory (Pemancing emosi) Judul yang membangkitkan perasaan marah atau penuh kekerasan dengan menggunakan ungkapan atau kata-kata yang tidak tepat/vulgar.
Formatting (Memformat) Judul yang terlalu sering menggunakan huruf kapital atau tanda baca, terutama huruf kapital atau tanda seru.
Graphic (Grafis) Judul yang mengandung materi yang cabul, mengganggu/menjijikkan atau tidak dapat dipercaya
Bait-and-Switch (Umpan-dan-Beralih) Hal yang dituliskan/tersirat dari judul tidak ada di url, memerlukan klik tambahan untuk menuju berita lain
Ambigous (Ambigu) Judul tidak jelas atau membingungkan untuk memacu rasa keingintahuan.
Wrong (Salah) Judul maupun konten yang salah (fakta yang tidak benar).

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh  Biyani P, Tsioutsiouliklis K, dan Blackmer J membuktikan adanya clickbait di media online. Dan dari delapan jenis clickbait diatas, formatting dan ambigu adalah jenis clickbait yang banyak digunakan wartawan dalam membuat berita karena seringnya kita mejumpai judul yang seperti itu di berita online.

Seharusnya di tengah pandemi Covid-19 seperti saat sekarang ini, media Indonesia bisa memberi rasa tenang dan aman kepada masyarakat. Dengan banyaknya  pemberitaan di dalam negeri maupun luar negeri, seharusnya berita bisa dikemas secara baik oleh media agar tidak menimbulkan kepanikan ditengah masyarakat.

Masyarakatpun diharapkan untuk lebih meningkatkan lagi literasinya agar tidak mudah terpancing oleh judul-judul pemberitaan yang clickbait. Ketika mendapati judul yang dirasa clickbait, pembaca seharusnya mencoba membaca berita dari media lain untuk membuktikan pembenaran berita tersebut apakah pemberitaan itu benar adanya atau tidak. Kurangnya keinginan untuk membaca berita yang sama dari portal lain lah yang membuat pembaca di media online di Indonesia banyak yang terkena clickbait.

/* Penulis adalah Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Andalas.


Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Minangkabaunews.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Related posts