Berkah Malam Takbiran di Masjid Taqwa Muhammadiyah, 600 Fakir Miskin Rela Antre 2 Jam Demi Amplop Rp40 Ribu

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG –Menjelang kumandang takbir berkumandang, suasana di Aula Masjid Taqwa Muhammadiyah Sumbar, Padang, pada Kamis (19/3/2026) sore itu berubah menjadi lautan manusia. Bukan untuk salat berjemaah, namun ribuan pasang mata kaum dhuafa tertuju pada setumpuk kupon kecil yang menjadi tiket mereka untuk merasakan kebahagiaan di Hari Raya.

Sore itu, sekitar 600 fakir miskin memadati area masjid. Mereka datang dari berbagai penjuru, bukan hanya dari lingkungan sekitar, tetapi juga dari pelosok Kota Padang. Di tangan mereka tergenggam erat kupon yang sudah didapatkan jauh-jauh hari, sebuah kertas berharga yang akan ditukar dengan amplop putih berisi uang tunai.

Pantauan di lokasi, para penerima tampak sabar duduk bersila di lantai aula, sebagian lainnya mengantre berjejak di koridor masjid. Udara sore yang mulai mendung tak menyurutkan semangat mereka. Bagi mereka, antrean dua jam adalah harga yang rela dibayar untuk sebuah amplop yang menentramkan hati.

Buya Ki Jal Atri Tanjung, Ketua Masjid Taqwa Muhammadiyah Sumbar, terlihat sibuk memantau jalannya pembagian. Di sela-sela kesibukannya, ia menjelaskan bahwa tradisi berbagi ini merupakan agenda tahunan yang selalu dinanti.

“Untuk hari ini, total ada 600 mustahiq yang kita berikan haknya. Rinciannya, 400 orang dewasa menerima masing-masing Rp40 ribu, sementara 200 anak-anak mendapatkan Rp10 ribu per orang,” ujar Buya Ki Jal kepada MINANGKABAUNEWS.com.

Ia menambahkan, para penerima manfaat ini adalah warga yang telah terdaftar sebagai mustahiq, berasal dari masyarakat sekitar masjid dan wilayah Kota Padang pada umumnya. Mereka yang terdaftar harus mengambil kupon dan datang langsung untuk menukarkannya.

Menariknya, panitia masjid ternyata telah bergerilya mengumpulkan dana zakat sejak jauh-jauh hari. “Kami sudah mengumpulkan jauh-jauh hari sebelum lebaran. Namun, jumlahnya tidak jauh berbeda dari penerimaan tahun sebelumnya, masih stabil,” imbuhnya.

Meski hari ini adalah puncak penyaluran, Buya Ki Jal menegaskan bahwa pintu penerimaan zakat fitrah di masjidnya belum sepenuhnya tertutup. Pihak panitia masih membuka peluang bagi masyarakat yang ingin menunaikan zakat. “Batas waktu kita mengumpulkan dan menutup penerimaan adalah ketika salat Ashar tadi. Namun, untuk penyaluran zakat yang masih terkumpul setelahnya, tetap akan kita bagikan kepada warga lain yang berhak menerimanya,” jelasnya.

Saat azan Ashar berkumandang, panitia mulai menutup pintu pendaftaran penerimaan zakat. Namun, di sudut lain aula, cerita kebahagiaan terus berlangsung. Amplop demi amplop diberikan, senyum demi senyum merekah. Di malam yang akan segera berganti dengan gegap gempita takbir, 600 jiwa ini pulang dengan hati yang tak lagi gundah, membawa berkah Ramadan yang diwujudkan dalam rupiah.

Related posts