Bicara Pariwisata Dua Tahun Pandemi bersama Direktor Tourism Malaysia Medan, Hishamuddin bin Mustafa

  • Whatsapp
Direktor Tourism Malaysia Medan, Hishamuddin bin Mustafa didampingi Marketing Manager TW Harsono Pane bersama wartawan di Padang.

MINANGKABAUNEWS.COM, PADANG — Pandemi virus corona berdampak luas dan dalam pada industri pariwisata di seluruh dunia karena anjloknya permintaan dari wisatawan domestik maupun mancanegara. Drastisnya penurunan permintaan ini disebabkan oleh pemberlakuan berbagai pembatasan perjalanan oleh banyak negara yang berusaha membendung penyebaran dan penularan virus yang bisa berakibat fatal itu. Malaysia, sebagai salah satu negara pilihan tujuan wisata juga tidak luput dari imbas ini.

Sama seperti yang terjadi di seluruh dunia, Industri pariwisata Malaysia menanggung imbas dari merosotnya industri pariwisata akibat pandemi virus corona.

Read More

Konsulat Jeneral Tourism Malaysia di Medan, Hishamuddin bin Mustafa, yang menaungi enam provinsi Aceh, Sumatera Utara, sumbar, sumsel, Jambi, Bangka Belitung. Katanya, Industri pariwisata paling terpuruk akibat pandemi dimana hanya 3 bulan awal tahun 2021 selebihnya ekonomi terpuruk tingkat hunian menurun dan orang melancong ke Malaysia juga terus menurun.

“Jumlah Vaksin dewasa 81 persen dari jumlah penduduk, 90 persen maka perbatasan akan dibuka,” kata Direktor Tourism Malaysia Medan, Hishamuddin bin Mustafa didampingi Marketing Manager TW Harsono Pane di sebuah resto di Padang, Jumat, (1/10/2021).

Menurut Hishamuddin, dalam upaya mengatasi dampak pamdemi akan ada pembicaraan goverment to goverment antar negara Indonesia diwakili Menteri Pariwisata Sandiaga Uno bersama pemerintah Malaysia.

“Lebih dari 1,2 juta orang datang dari Indonesia, 400ribu dari sumatra, ini sebuah peluang dan potensi yang sangat bagus bagi pengembangan tourism Malaysia baik yang melakukan pengobatan dengan tujuan Kualumpur maupun masuk lewat Batam,” katanya.

Hishamuddin juga menyampaikan kita harus selalu menggelorakan semangat dalam menumbuhkembangkan dunia pariwisata karena tanggung jawab pariwisata tidak hanya pada para pengelolah tourism tetapi seluruh stagehokder dan juga peranan masyarakat dalam bentuk sadar wisata, “Iya pun, optimis industri akan bersinar kembali pada bulan Desember pasca peetemuan antar negara bicara tentang pembukaan pintu masuk masing-masing negara Asean khususnya Indomesia-Malaysia,” ujarnya.

Selain itu industri pariwisata juga membutuhkan daya dorong dari insan pers dan sentuhan kreativitas dari pelaku pariwisata serta pemanfaatan teknologi untuk menciptakan daya tarik pariwisata.

Related posts