Bikin Mudir Terkesima! Santri Kauman Ini Berani Tunjukkan Bakat Terpendam yang Selama Ini Disembunyikan

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG PANJANG – Siapa sangka di balik keseharian mengaji dan menuntut ilmu, santri Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang menyimpan segudang talenta yang tak terduga? Malam puncak “Kauman Art & Culture 2025” menjadi saksi bisu bagaimana ratusan santri dari berbagai angkatan akhirnya melepas semua kehebatan mereka di atas panggung.

Acara yang digelar sebagai penutup Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2025-2026 ini adalah klimaks dari Kauman Smart Festival yang telah menggemparkan pesantren sejak 15 Desember lalu. Kali ini, bukan ceramah atau ujian yang jadi sorotan—melainkan panggung seni yang mempertontonkan sisi lain para santri yang jarang terlihat.

Ketika Dr. Derliana, M.A., sang Mudir, membuka acara di Aula AR St. Mansur, matanya berbinar melihat deretan penampilan yang telah disiapkan. “Ini bukan sekadar bakat,” katanya dengan nada kagum. “Ini adalah bukti bahwa anak-anak kita tidak hanya pandai mengaji, tapi juga mampu menerjemahkan keindahan hidup lewat seni. Mereka adalah generasi lengkap—cerdas secara intelektual, spiritual, dan emosional.”

Aula yang penuh sesak dengan para pimpinan pesantren, guru, dan seluruh santri pun langsung riuh saat pertunjukan dimulai.

Panggung malam itu seperti membuka pintu ke dunia lain. Tari tradisional Minangkabau yang anggun dan sarat filosofi dibawakan dengan sempurna oleh santri putri. Disusul drama panggung dengan alur yang begitu menyentuh hingga beberapa penonton terlihat menyeka air mata.

Belum selesai haru, suasana langsung berubah 180 derajat saat kabaret naik panggung. Tawa pecah di mana-mana—namun di balik humor yang menggelitik, tersimpan kritik sosial yang tajam dan cerdas. Santri-santri ini rupanya tidak hanya pandai membaca situasi, tapi juga berani menyuarakannya lewat seni.

Puncaknya, penampilan musik yang memadukan instrumen modern dengan sentuhan lokal membuat seluruh hadirin berdiri dan bergoyang. Siapa bilang santri pesantren tidak gaul?

Yang tidak banyak orang tahu, setiap detik penampilan malam itu adalah hasil kerja keras berbulan-bulan. Para santri kelas VII hingga XII berkolaborasi, saling mengajari, dan berlatih hingga larut malam—semua demi satu tujuan: menunjukkan bahwa mereka bukan hanya generasi penghafal kitab, tapi juga pencipta karya.

Kauman Art & Culture 2025 bukan sekadar ajang pentas seni biasa. Ini adalah pernyataan tegas: bahwa pendidikan pesantren zaman now harus holistik. Tidak cukup hanya mendidik akal dan ruh, tapi juga hati dan rasa.

Malam itu, Pesantren Kauman membuktikan bahwa masa depan Indonesia ada di tangan generasi yang berakhlak mulia, berilmu tinggi, dan berjiwa seni. Mereka bukan hanya santri—mereka adalah seniman masa depan yang siap mengubah dunia. (TR)

Related posts