Bikin NATO dan AS Meradang, Turki Nekat Borong Sistem Rudal Canggih S-400 Rusia

  • Whatsapp
rudal s-400 rusia
Sistem pertahanan S-400butan Rusia (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS, INTERNASIONAL — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan alasan negaranya membeli sistem pertahanan Rusia S-400 karena Amerika Serikat (AS) tidak menjual sistem pertahanan rudal Patriot. Keputusan Turki tahun 2017 lalu itu membuat marah NATO dan AS.

Kesepakatan Ankara-Moskow senilai 2,5 miliar dolar AS tersebut mendorong Washington mengeluarkan Turki dari proyek pengembangan pesawat tempur F-35. Lalu memberlakukan sanksi pada militer Turki.

Read More

“Kami membeli senjata kami sendiri,” kata Erdogan pada surat kabar the New York Times seperti dikutip Sputnik News, Jumat (1/10).

Wawancara ini dilakukan di sela Majelis Umum PBB pekan lalu. “Saya pikir ini sepadan,” jawab Erdogan ketika diminta mengomentari ketegangan yang dipicu keputusan Ankra membeli senjata dari Rusia.

“Kami dapat memperkuat pertahanan seperti yang kami mau,” katanya menekankan.

Erdogan menegaskan meski terjadi ketegangan, hubungan Ankara dengan Washington masih kuat dan signifikan.”Turki sudah lama memiliki hubungan dengan AS, ini akan diperkuat dan telah dilindungi,” katanya.

Pemerintah Turki sudah mengisyaratkan ingin kembali membeli sistem pertahanan S-400 Rusia di masa yang akan datang. Pembelian pertama tahun 2019 lalu memicu krisis hubungan pertahanan AS-Turki.

AS selalu membantah kabar yang menyebut mereka menolak menjual sistem pertahanan rudal Patroit ke Turki. Tetapi menurut sejumlah media bisnis pembicaraan pembelian Patriot antara Ankara dan Washington berjalan buntu.

Turki pun berpaling ke Rusia setelah AS menolak menjual Patroit melalui skema pinjaman. Kedua belah pihak juga dikabarkan gagal menyepakati salah satu ketentuan mengenai teknologi dalam kontrak penjualan.

Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan, negaranya masih membuka kemungkinan membeli Patriot dari AS. Tetapi, Washington mengisyaratkan tidak akan menjualnya pada Turki yang kini sudah memiliki S-400.

Pada Senin (27/9) lalu Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS Bob Menendez memperingatkan AS akan memberlakukan sanksi kepada Turki. Bila Ankara memutuskan untuk kembali membeli S-400. “Kami sangat jelas ketika kami menulis (Undang-undang Serangan Balasan Pada Musuh AS Melalui Sanksi atau Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA),” kata Menendez.

Ia merujuk pada undang-undang tahun 2017 yang bertujuan untuk menghalangi Rusia mengekspor senjata canggih. Selain ke Turki, AS juga menggunakan sanksi CAATSA dan tengah mengincar India yang juga membeli S-400 dari Rusia. n Lintar Satria. (Rep)

Related posts