BLK Payakumbuh Gencarkan Pelatihan Teknis Bagi Calon Naker, Wujudkan Program 100 Ribu Enterpreneur

Kepala UPTD BLK Payakumbuh, P Syahid yang akrab disapa Nanang, menyerahkan simbolis perlengkapan kepada seorang peserta Pelatihan Kerja di Bukittinggi, Kamis (2/12). (Foto: Aking/MKN)

MINANGKABAUNEWS.COM, BUKITTINGGI – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) Payakumbuh, Sumatera Barat, kembali memberikan pelatihan berbasis kompetensi terhadap puluhan calon tenaga kerja baru. Kali ini, para calon tenaker usia produktif dituntun memanfaatkan kompetensi secara mandiri di bidang tata-rias rambut dan kecantikan.

Sebanyak 32 peserta tenaga kerja usia produktif yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Sumbar dipastikan akan mengikuti program pelatihan teknis tata rias kecantikan (Cukur Rambut), namun untuk tahap awal Pemerintah Provinsi Sumatera Barat baru ini melaksanakan kegiatan di Kota Solok dan Kota Bukittinggi. Selama pelatihan mereka akan dirahkan oleh para instruktur berpengalaman.

Kepala UPTD BLK Payakumbuh, P Syahid atau lebih akrab dipanggil Nanang mengatakan, sebagai unit pelaksana teknis Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumbar BLK Payakumbuh yang mencakup wilayah kerja 8 daerah kabupaten/kota Sumbar, menyebut program pelatihan yang dilaksanakan BLK tahun ini dibiayai melalui APBD Sumbar tahun 2021.

“Kita sebagai Unit Pelaksana Teknis Latihan Kerja dibawah Disnakertrans Sumbar untuk ikut mewujudkan program unggulan Pemprov Sumbar, menciptakan 100 ribu enterpreneur mudah-mudahan hingga tahun 2024 dapat dilaksanakan,” kata Nanang, usai membuka secara resmi kegiatan pelatihan di Bukittinggi, Kamis (2/12).

Pelaksanaan latihan kerja bagi peserta, katanya, dilaksanakan berdasarkan klaster kompetensi. BLK Payakumbuh sengaja memberikan kompetensi terkait tata-rias rambut dan kecantikan, karena tata rias rambut dan kecantikan dinilai menjadi salah satu peluang ekonomi baru yang berpotensi dikembangkan.

Nanang menambahkan, program tersebut adalah bentuk perwujudan visi Pemerintah Provinsi Sumatera dibawah pasangan Gubernur dan Wagub, Mahyeldi-Audy Joinaldi, yakni ‘Terwujudnya Sumatera Barat Madani yang Unggul dan Berkelanjutan’. BLK berupaya mendorong para generasi muda agar meningkatkan kualitas daya saing, supaya mampu mandiri menciptakan lapangan kerja.

Proses retkrutmen para peserta tersebut, lanjut Nanang, dilakukan atas kerjasama dengan Pemerintah Kota Kota Bukittinggi dalam hal ini melalui Dinas PMPTSPPTK Kota Bukittinggi. “Dari 32 peserta ini kita bagi menjadi dua angkatan, dilatih pada dua lokasi, selama 20 hari serta 160 jam. Program pelatihan kerja ini, akan terus berlanjut pada tahun selanjutnya,” tuturnya.

Nanang dalam sambutannya juga menyampaikan harapan kepada para peserta pelatihan, agar maksimal memanfaatkan peluang belajar yang telah difasilitasi oleh pemerintah. Agar nanti setelah memiliki keahlian teknis, para calon pekerja dapat langsung terjun ke dunia usaha, bisnis atau industri.

Kasi Pelatihan dan Produktifitas Tenaga Kerja, Dinas PMPTSPPTK Kota Bukittinggi, Suzana Mutia Hasni, yang mewakili pemko Bukittinggi dalam acara pembukaan pelatihan turut memberi motivasi bagi para peserta pelatihan kompetensi tata-rias rambut dan kecantikan.

“Kami mengharapkan adik-adik yang ikut dalam pelatihan ini bisa bersungguh-sungguh mempelajari keterampilan dengan sebaik-baiknya. Anggaplah ini sebuah peluang baru, yang pasti akan diterima di dunia usaha,” sebut Suzana.

Pada hari perdana pelatihan teknis tata-rias rambut dan kecantikan, para peserta tampak antusias dan bersemangat mengikuti arahan para instruktur. Mereka diberi pelatihan teknis secara rinci oleh para pakar dari Sekolah Potong Rambut, yang sudah memiliki lisensi serta cabang usaha di berbagai provinsi Indonesia. (akg)

Related posts