MINANGKABAUNEWS.com, PADANG – Langkah cepat diambil pemerintah untuk pulihkan kehidupan warga yang porak-poranda diterjang banjir dan tanah longsor di Sumatera. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian secara resmi membocorkan skema bantuan perbaikan rumah bagi korban bencana di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Rincian bantuannya jelas dan langsung mengena. Nilai bantuan akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan: Rp15 juta untuk rumah rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan Rp60 juta untuk rusak berat per kepala keluarga. Anggaran bantuan ini akan disalurkan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Kami tidak ingin prosedur berbelit menghambat bantuan sampai ke warga,” tegas Tito dalam Rapat Koordinasi di Auditorium Gubernuran Sumbar, Selasa (13/1/2026). Ia memberi terobosan khusus: jika dokumen warga hilang akibat bencana, kepala desa atau kampung dapat menandatangani sebagai penanggung jawab agar proses tak terhenti.
Namun, Tito mengingatkan pentingnya akurasi data. Untuk mencegah penyalahgunaan, ia meminta seluruh bupati dan wali kota berkoordinasi dengan aparat penegak hukum setempat guna memverifikasi data penerima bantuan di lapangan.
Pentingnya bantuan ini pun ditegaskan oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah. Data di lapangan sungguh mengiris hati. Lebih dari 14.000 unit rumah di Sumbar rusak dengan rincian 6.895 ringan, 2.981 sedang, dan 5.077 berat. Bahkan, 775 rumah lainnya dilaporkan hanyut tersapu bencana.
“Angka ini bukan sekadar statistik. Ini adalah cermin penderitaan nyata yang harus kita pulihkan bersama,” seru Mahyeldi, mengajak semua pihak bersinergi memulihkan infrastruktur sekaligus rasa aman masyarakat.
Rapat yang dipimpin Mendagri ini dihadiri jajaran petinggi pusat dan daerah, termasuk Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan Wakil Menteri PPPA Veronica Tan, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana di Sumatera.






