Bos Pertamina Blak-blakan Soal Kuota Solar Subsidi

Direktur Utama PT Pertamina, Nicke Widyawati (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS.COM, JAKARTA — PT Pertamina (Persero) mencatat bahwa penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar subsidi sampai April 2022 telah melebihi 13% dari kuota yang ditetapkan. Angka tersebut setidaknya mengalami kenaikan 3% dibanding realisasi Februari lalu yang telah mencapai 10%.

Direktur Utama PT Pertamina, Nicke Widyawati mengungkapkan bahwa kuota solar subsidi pada 2022 ditetapkan sebesar 15,1 juta kilo liter (kl). Di mana dari alokasi tersebut, 14 juta kl diperuntukkan untuk retail, sementara 1 juta kl untuk industri kecil.

Read More

“Hari ini kita sudah over kuota 13% yang secara penyaluran harusnya kita tidak boleh over kuota karena ini anggaran di APBN ini uang rakyat,” ujar Nicke dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII, Rabu (6/4/2022).

Perusahaan menyadari bahwa mobilitas di dalam negeri telah merangkak naik dan berimbas pada lonjakan permintaan terhadap Solar bersubsidi. Sehingga, pada pekan kedua Maret 2022 atas izin pemerintah, Pertamina akhirnya membuka keran penyaluran Solar subsidi di tengah kondisi over kuota.

“Kalau ini dilanjutkan tambahannya 2 juta kl, kalau kita tak lakukan pengendalian. Hari ini kami menyadari kebutuhan tinggi walaupun over kuota seluruh daerah kami tetap suplai,” ujarnya.

Seperti diketahui sebelumnya, kuota BBM jenis Solar dan Pertalite pada tahun ini memang diperkirakan akan jebol. Berdasarkan catatan Kementerian ESDM, konsumsi BBM jenis Solar dan Pertalite hingga Februari 2022 telah melampaui kuota yang ditetapkan.

Untuk Pertalite, pemerintah telah menetapkan kuotanya pada tahun ini sebesar 23,05 juta kilo liter (kl). Namun, realisasi penyaluran Pertalite sampai Februari 2022 telah mencapai 4,258 juta kl atau melampaui 18,5% terhadap kuota.

Baca: Siap-siap! Penjualan Pertalite Melonjak 11% Sampai Lebaran
“Estimasi over kuota 15% atau 26,5 juta kl dari kuota yang ditetapkan 23,05 juta kl,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Tutuka Ariadji dalam RDP bersama Komisi VII, Selasa (29/3/2022).

Adapun, Kementerian ESDM telah resmi menetapkan BBM jenis bensin Pertalite (RON 90) yang dijual PT Pertamina sebagai Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan (JBKP).

Ketetapan tersebut dituangkan dalam Keputusan Menteri ESDM No 37.K/HK.02/MEM.M/2022 tentang JBKP yang ditetapkan Menteri ESDM Arifin Tasrif pada 10 Maret 2022 lalu.

Sementara, untuk konsumsi Solar subsidi pemerintah juga mencatat bahwa realisasinya hingga Februari ini telah melebihi 10% dari kuota yang telah ditetapkan.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, realisasi penyaluran Solar subsidi hingga Februari 2022 mencapai 2,49 juta kilo liter (kl), 10% lebih tinggi dari kuota yang ditetapkan hingga Februari 2022.

Hingga akhir tahun pemerintah juga memperkirakan penyerapan Solar subsidi melampaui 14% dari kuota yang telah ditetapkan sebesar 15,1 juta kl atau mencapai 16,002 juta kl hingga akhir tahun ini.

Related posts