BPJAMSOSTEK luncurkan Layanan Mancek Data Sanak Nan Maningga

  • Whatsapp

Solok (Minangkabaunews) – BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK cabang Solok meluncurkan program “layanan mancek data sanak nan maningga” (mengecek data saudara yang meninggal) bagi warga yang diketahui usia pekerja untuk diketahui status kepesertaannya di BPJamsostek.

“Ini Merupakan salah satu inovasi layanan yang proaktif untuk melakukan pengecekan data saudara yang meninggal dunia apakah telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) atau tidak,” kata Kapala Cabang BPJAMSOSTEK Solok Maulana Anshari Siregar, di Solok, Jumat.

Dia mengatakan, saat ini pertumbuhan pekerja yang menjadi Peserta BPJamsostek semakin banyak, sebagai salah satu dampak positif dari edukasi dan sosialisasi yang kami lakukan bersama dengan Pimpinan Daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

Hal ini tentunya karena kemudahan dan semakin variatifnya kanal pendaftaran dan pembayaran iuran yang bisa dilakukan dengan berbagai metode.

Untuk menjadi peserta BPJAMSOSTEK pekerja bisa mendaftar mandiri melalui kanal yang tersedia seperti agen perisai, website, dan lainnya.

Selain itu juga bisa didaftarkan oleh tokoh masyarakat, perusahaan/pemberi kerja, Baznas, sekolah/universitas saat magang/prakerin, Pemda, melalui dana CSR Perusahaan.

Selain itu juga bisa didaftarkan oleh Nagari/Desa/Kelurahan, keluarga serta saat ikut event olahraga/festival.

Dengan banyaknya kanal dan cara daftar tersebut, dan edukasi manfaat program yang massive dan terstruktur katanya, tentunya mungkin masih ada celah ada pekerja atau ahli waris yang tak tahu jika sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek).

“Kami berkomitmen untuk memberikan Kemudahan pemberian layanan klaim dan informasi berbasis data yang baik, dan hal tersebut memerlukan koordinasi dan informasi yang sesuai dan akurat,” ujarnya.

Dengan adanya Layanan Mancek Data Sanak Nan Maningga yang dijalankan dengan mekanisme pelaporan warga meninggal dunia kepada BPJS Ketenagakerjaan, untuk dicek data (status kepesertaan) berbasis NIK bertujuan agar manfaat program JKm dapat cepat dibayarkan.

Selain itu menghindari manfaat Program JKm yang tidak terbayarkan, karena ketidaktahuan ahli waris serta menghindari keterlambatan pembayaran manfaat.

Setiap ada kejadian warga yang meninggal dunia, diharapkan ahli waris dapat segera melaporkannya kepada  Jorong dilanjutkan oleh Jorong ke  Nagari dan Nagari juga segera meneruskan laporannya ke BPJS Ketenagakerjaan supaya bisa dicek datanya dengan berbasis NIK dan secara paralel dapat sekalian mengurus dokumen pendukung pengajuan klaim yang membutuhkan keterangan dari pejabat setempat, misalnya surat susunan ahli waris.

Tujuan lain dari inovasi layanan ini adalah bahwa BPJamsostek punya “hutang” kepada ahli waris peserta yang harus segera dibayarkan dalam bentuk santunan sebesar Rp42 juta.

Uang santunan tersebut meskipun tidak dapat menggantikan nyawa sanak nan maningga setidaknya dapat  mengurangi sedikit kesedihan ahli waris akan masa depan, kegoncangan ekonomi, keberlangsungan pendidikan anak dan usaha, dst ketika kepala keluarga atau tulang punggung keluarga meninggal dunia.

Untuk proses pencairan klaim Jaminan Kematian (JKm), selambatnya tiga hari kerja setelah dokumen lengkap.


Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Minangkabaunews.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Related posts