Padang, (Minangkabaunews) – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menggelar penganugerahan Paritrana Award 2025 tingkat Provinsi Sumatera Barat yang menjadi barometer komitmen pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, di Auditorium Gubernur Sumbar, Senin.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sumbar Ahmad Zakri, di Padang, Selasa malam mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumbar menegaskan pentingnya Paritrana Award sebagai motor penggerak kepedulian terhadap perlindungan tenaga kerja, baik di sektor formal, informal, hingga kelompok pekerja rentan.
“Harapan kami, kegiatan kali ini dapat menjadi motivasi untuk terus memperhatikan para tenaga kerja, melindungi para tenaga kerja dan juga memberikan perhatian pada tenaga kerja,” ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemenang Paritrana Award 2025 yang dinilai telah memberikan kepastian perlindungan bagi para pekerjanya.
“Atas nama Pemprov Sumbar, kami mengucapkan terima kasih kepada para pemenang hari ini,” katanya.
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbarriau Henky Rhosidien menjelaskan, bahwa Paritrana Award merupakan bentuk penghargaan kepada pemerintah daerah dan pelaku usaha yang telah optimal mengimplementasikan program jaminan sosial ketenagakerjaan sesuai regulasi.
Henky menegaskan, penilaian Paritrana juga mengukur sejauh mana daerah dan pelaku usaha mengkapitalisasi kebijakan dari dua arahan Presiden, yakni, Inpres Nomor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Inpres Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem
Menurutnya, perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan menjadi salah satu strategi penting dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem.
“Untuk mencapai target tersebut, salah satu langkah kunci adalah perluasan kepesertaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan hingga menjangkau masyarakat miskin ekstrem,” jelas Henky.
Ia meminta dukungan pemerintah daerah agar perlindungan dapat diberikan secara lebih luas, termasuk kepada guru honorer, pekerja non-ASN, pekerja keagamaan, hingga pekerja miskin ekstrem melalui skema APBD.
BPJS Ketenagakerjaan mencatat 623.114 pekerja aktif di Sumatera Barat, mencakup peserta Penerima Upah, Pekerja Migran Indonesia, Bukan Penerima Upah, dan Jasa Konstruksi.
Henky juga mengapresiasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumbar yang terus memperkuat ekosistem jaminan sosial ketenagakerjaan di daerah.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Solok, Arief Sabara memberikan apresiasi sebesarnya kepada Pemerintah Daerah dan Badan Usaha di Wilayah Kerja Cabang Solok yang meliputi Solok Raya dan Sijunjung Raya yang Penghargaan Paritrana Award 2025 Sumbar yakni:
Kategori Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota
Terbaik II : Kota Sawahlunto
Terbaik III : Kabupaten Sijunjung
Terbaik V : Kabupaten Dharmasraya
Kategori Usaha Skala Besar
Terbaik II : Bara Mitra Kencana
Terbaik III : Allied Indo Coal Jaya
Kategori Usaha Skala Menengah
Terbaik I : Tahiti Coal
Kategori Usaha Skala Kecil dan Menengah
Terbaik II : Sweet Cake & Bakery
Kategori Pemerintah Desa/Kelurahan
Terbaik I : Desa Santur, Kota Sawahlunto
Terbaik II : Desa Sikalang, Kota Sawahlunto
Terbaik III : Nagari Koto Tuo, Kota Sawahlunto
Tujuan dari Paritrana Award adalah mendorong percepatan Universal Coverage Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan serta meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya
Penghargaan diberikan kepada berbagai kategori, seperti pemerintah kabupaten/kota hingga perusahaan skala mikro, menengah, besar, dan sektor jasa. Tujuan Paritrana Award adalah mendorong percepatan Universal Coverage Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan serta meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sumbar Ahmad Zakri, Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra, Wakil Bupati Sijunjung Irradatillah, Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra, serta Sekda Kepulauan Mentawai Martinus Dahlan yang hadir mewakili Kabupaten Dharmasraya.
Hadir juga Ketua Tim Penilai Paritrana Award Provinsi yang juga Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumbar Firdaus Firman, pimpinan perusahaan, dan tamu undangan lainnya.






