Breaking News! Muhammadiyah Gulirkan Strategi Baru Tangani Bencana di Sumatera: Relawan Lokal Jadi ‘Superhero’ Pemulihan, Ini Rahasia Ideologisnya!

MINANGKABAUNEWS.com, JAKARTA – Dalam sebuah langkah strategis yang sarat pesan ideologis, Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengubah paradigma penanganan bencana. Bukan lagi tentang mendatangkan ‘pasukan’ dari luar, melainkan membangkitkan ‘superhero’ dari dalam. Gelombang rekrutmen relawan psikososial Korps Relawan Sosial Muhammadiyah (KawanMu) kali ini secara khusus membidik putra-putri terbaik yang berdomisili di Sumatera, terutama Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Langkah ini diambil setelah suksesnya pembekalan tahap sebelumnya, yang menargetkan 1.000 relawan secara bertahap. Namun, di balik target kuantitas, tersimpan misi kualitatif yang lebih dalam: mewujudkan semangat Al-Maun—teologi kepedulian terhadap kaum lemah—dalam konteks kebencanaan modern.

Read More

Sekretaris MPKS PP Muhammadiyah, Jasra Putra, dengan tegas menyatakan bahwa ini bukan sekadar urusan memenuhi kuota. “Ini adalah manifestasi nyata dari teologi Al-Maun,” ujarnya. Ia lantas menyoroti ketimpangan yang kerap terjadi dalam skema bantuan bencana konvensional. Seringkali, anggaran besar terkuras untuk mendatangkan relawan ahli dari luar, dengan fasilitas lengkap, meski durasi kehadiran mereka terbatas. Sementara itu, warga lokal yang paling memahami konteks sosial-budaya dan memiliki komitmen jangka panjang, justru sering terpinggirkan, hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri yang terluka.

“MPKS lewat KawanMu berkomitmen menghimpun 1.000 relawan. Tapi, fokus di psikososial kali ini membawa pesan ideologis yang kuat,” tegas Jasra. Ia menekankan prinsip meaningful participation (partisipasi bermakna). Bagi Jasra, warga lokal jangan sampai dilemahkan oleh cara pandang yang tidak adil. “Semangat Al-Maun adalah keberpihakan kepada mereka yang lemah dan dilemahkan. Dalam konteks bencana seperti banjir galodo di Sumatera, relawan lokal sering ‘dilemahkan’ karena dianggap tidak mampu. Padahal, merekalah kunci solusi permanen,” paparnya dengan penuh keyakinan.

Visi pemberdayaan ini ditegaskannya lagi, “Kita harus hentikan pola pikir yang menempatkan warga lokal hanya sebagai objek. Mereka harus dikapasitasi, dimampukan, dan diperlakukan setara. Hak atas fasilitas dan kesejahteraan selama bertugas harus sama. Jika relawan lokal aktif, ini akan menjadi pengganti hari-hari mereka yang hilang pascabencana. Ini tentang memulihkan martabat, bukan sekadar memulihkan bangunan.”

Secara teknis, rekrutmen ini dirancang untuk memastikan kualitas dan keberlanjutan. Ketua Nasional KawanMu, M Arif An, yang juga Tenaga Ahli Menteri Desa PDTT, menjelaskan, “Kami membuka pendaftaran tahap kedua dengan fokus putra-putri terbaik di Sumatera yang tidak terkena dampak langsung, untuk membantu saudaranya.” Setelah pendaftaran, calon relawan akan melalui asesmen ketat dan pembekalan materi psikososial secara offline.

Arif An menambahkan poin krusial: pelibatan relawan lokal adalah jaminan keberlanjutan (sustainability). “Mereka akan tetap ada dan berkontribusi, jauh setelah masa tanggap darurat usai dan relawan luar kembali ke daerah asalnya,” jelasnya. Ini adalah investasi sosial jangka panjang untuk ketangguhan komunitas.

Jadwal pun telah ditetapkan. Batas akhir pendaftaran adalah 3 Januari 2026. Pemberangkatan tahap pertama rencananya pada 5 Januari 2026, dengan menyebarkan 100 relawan perdana ke 9 titik lokasi bencana.

MPKS PP Muhammadiyah pun mengajak kader-kader terbaik di Sumatera untuk mengambil peran sejarah ini: menjadi ujung tombak pemulihan di tanah sendiri. Sebuah ajakan untuk mengubah duka menjadi daya, dan memastikan proses bangkit dari bencana benar-benar dipimpin oleh tangan-tangan saudara sendiri.

Link Pendaftaran: https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSc2i6f_MOhpsGZ-1PfV88l2XQoyR_9oD4GdHFKpWCvpGynY6w/viewform?usp=header

Salam Bangkit,
Jasra Putra
Sekretaris MPKS PP Muhammadiyah
CP.0821 1219 3515

Related posts