Buka Sosialisasi Perda Nomor 8 Tahun 2021, Bupati Agam Sebut Pemnag dan Masyatakat Berperan Penting

Bupati Agam, Andri Warman buka sosialisasi Perda No 8 Tahun 2021

MINANGKABAUNEWS, AGAM — Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam sosialisasikan Perda Sumatera Barat Nomor 8 tahun 2021 tentang pemberdayaan masyarakat dan pemerintah nagari di aula kantor Nagari Koto Tangah, Sabtu, (23/4/2022).

Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Bupati Agam, Andri Warman.

Read More

Sosialisasi ini dihadiri oleh anggota DPRD Sumbar, Asra Faber yang baru dilantik beberapa hari kemarin. Selain itu, juga dihadiri Kabid Pemerintahan Nagari DPMN Agam, Zulkarnain, Kabag Hukum Setdakab Agam, Oyong Liza, Camat Tilatang Kamang, Ridwan beserta seluruh wali nagari.

Sosialisasi dilakukan terhadap seluruh nagari dan lembaga nagari se-Kecamatan Tilatang Kamang.

“Dalam perda ini, masyarakat dan pemerintah nagari memiliki peranan penting dalam membangun daerah,” ujar Bupati Andri Warman.

Dengan begitu, katanya, bagaimana pemerintah daerah bisa bersinergi dengan Pemprov Sumbar agar program di provinsi bisa dibawa ke Agam.

“Kita akan kawal dan monitor bagaimana penerapan Perda ini di provinsi,” sebutnya.

Mengingat ini berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dan pemerintah nagari, menurutnya ini sangat sejalan dengan program yang digaungkannya seperti peningkatan SDM.

“Salah satu fokus kita adalah peningkatan SDM pemerintah nagari, kita harap didukung dari masyarakat dan lembaga nagari,” ucapnya.

Diharapkan, tahun akademik 2022 bisa dimulai, karena Pemkab Agam sudah bekerja sama dengan perguruan tinggi ternama salah satunya Universitas Indonesia.

Menurutnya, peranan pemerintahan nagari sangat sentral, maka SDM-nya betul-betul miliki kemampuan dalam memberikan pelayanan lebih baik.

Sementara itu, anggota DPRD Sumbar, Asra Faber menyebutkan, Perda ini intinya bagaimana nagari bisa jadi kuat, dengan memberdayakan potensi yang ada di nagari.

“Jika potensi nagari bisa dikelola, tentu nagari akan jadi maju baik segi SDM, ekonomi dan lainnya,” Ujar Asra Faber.

Untuk itu, Asra Faber berpesan agar pemerintah nagari dan lembaga nagari bentuk kosep pembangunan, supaya bisa dibahas ditingkat provinsi.

“Dalam pembangunan nagari jangan hanya fokus fisik, tapi non fisik juga harus jadi perhatian seperti pengembangan pendidikan agama dan lainnya,” tutupnya.

Related posts