MINANGKABAUNEWS.com, PADANG PANJANG — Gemuruh takbir dan isak haru menyatu di Ballroom Hotel Grand Aulia, Kamis malam (21/5). Ratusan wali santri dan tamu undangan tak kuasa menahan rasa bangga saat Dr. Derliana, MA—Mudir Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang—berdiri di atas panggung. Suaranya bergetar, matanya berkaca-kaca. Ini bukan sekadar wisuda. Ini adalah saksi bisu lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an sekaligus penguasa dunia akademik.
“Kami tidak hanya melahirkan penghafal 30 juz dan Hadits Bukhari. Kami melahirkan pembuktian bahwa Al-Qur’an adalah mesin prestasi global!” ujar Dr. Derliana disambut suara takbir yang menggema.
Satu per satu nama santri disebut. Namun, dua nama paling menyita perhatian: Abiyyu Arhab Baqir dan Mayanggi Sephira. Abiyyu, dengan santun, menerima penghargaan usai berhasil menembus 18 universitas luar negeri sekaligus. Mayanggi tak kalah menakjubkan, lolos di 13 kampus internasional. Lalu ada Wildan Rahmad (5 kampus), Mutia Hafidza Nofri (3 kampus), dan Fadhel Putra Nandes (1 kampus).
“Kalian bukan sekadar santri. Kalian delegasi peradaban Islam masa depan,” lanjut Mudir, disambut standing ovation.
Puncak haru pun tiba saat Dr. Derliana memanggil lima santri penghafal 30 Juz sempurna: M. Aqli Sairud, Farras Kamila Tsabit, Mayanggi Sephira, Tazkiya Balqis, dan Azizi Arif. Satu nama lagi, Firzana Hafizha, dinobatkan sebagai Hafizh Terbaik. Tak ketinggalan, Fachrul Hamdi Medha dan Najwa Syifa Qalbi menyabet kategori Hafalan Hadits Terbaik.
Di sela-sela kebanggaan itu, sang Mudir juga memberikan kejutan manis. Ia memanggil tiga wali santri yang dinilai paling aktif menyebarkan syiar pesantren ke seluruh penjuru. Penghargaan khusus diserahkan kepada Bapak Jendri Hambali (wali dari Aulia), Bapak Maklum Pelawi (wali dari Patin Pelawi), dan Bapak Hendri Novigator, M.Pd. (wali dari Shiren).
“Pesantren ini tumbuh global karena kalian. Terima kasih telah menjadi duta syiar Kauman,” ucap Dr. Derliana tulus.
Acara kian khidmat saat rombongan santri calon ulama dilepas ke Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. M. Afdhal Zikra, Muhammad Ja’far Ashshidiq, Fachrul Hamdi Medha, M. Khairatul Rafif, Fadlan Muhammad Fajar Lubis, dan M. Aqli Sairud berdiri gagah. Mereka siap mengibarkan nama Indonesia di Negeri Seribu Menara.
Sebelum mengakhiri pidatonya, Dr. Derliana berpesan dengan mata berkaca:
“Anak-anakku, ini baru awal. Dunia menanti kontribusimu. Jaga shalat, jaga hafalan, dan jadilah kader Muhammadiyah yang mencerahkan semesta. Rendah hatilah, karena langit masih sangat tinggi.”
Ballroom kembali bergemuruh. Bukan hanya tepuk tangan, tapi juga tangis haru para orang tua yang menyaksikan putra-putri terbaik bangsa ini dilepas menjadi cahaya dunia. (TR)






