Bupati dan Ketua DPRD 50 Kota Serahkan Santunan Kematian BPJamsostek ke Ahli Waris Almarhum Perangkat Nagari

Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt Bandaro Rajo didampingi Ketua DPRD dan Ketua TP PKK serahkan santunan kematian BPJamsostek kepada ahli waris perangkat nagari meninggal dunia, Jumat (1/7) kemarin. (Foto: Ist)

MINANGKABAUNEWS.COM, LIMAPULUH KOTA – Bupati Lima Puluh Kota, Safaruddin Dt Bandaro Rajo didampingi Ketua DPRD, Deni Asra dan Ketua TP PKK Limapuluh Kota, Nevi Zulvia Nasrun, menyerahkan secara simbolis santunan kematian kepada para ahli waris perangkat nagari daerah setempat yang sudah meninggal dunia.

Program tersebut merupakan manfaat dari Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang diselenggarakan BPJamsostek. Prosesi itu berlangsung pada malam inagurasi pelantikan wali nagari dan TP PKK Nagari se Kabupaten Lima Puluh Kota, Jumat (1/7) kemarin.

Read More

“BPJS Ketenagakerjaan merupakan lembaga negara yang ditugaskan memberikan perlindungan tenaga kerja. Alhamdulillah, santunan kita serahkan kepada ahli waris tenaga kerja yang mendapat musibah meninggal dunia,” kata Kepala Cabang BPJamsostek Lima Puluh Kota, Susi Susanti kepada wartawan.

Santunan yang diberikan BPJamsostek, dikatakan, meliputi beberapa orang perangkat nagari di wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota. Selain jaminan kematian, Susi Susanti menyebut, penyerahan santunan juga diberi kepada penerima manfaat berupa Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, hingga Beasiswa sampai perguruan tinggi.

Adapun rincian santunan yang direalisasikan mencakup 4 nagari, diantaranya, pertama, Nagari Sungai Naniang atas nama Elfison Monhendri. Ahli waris menerima santunan meninggal dunia dan Jaminan Hari Tua sebesar Rp47.702.320. Ditambah beasiswa bagi 2 orang anak sampai perguruan tinggi mencapai Rp149.000.000.

Kedua, Nagari Situjuah Batua atas nama Fadlil yang diketahui menerima santunan meninggal dunia, Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun sebesar Rp51.950.720. Kemudian ditambah beasiswa bagi 2 anak sampai perguruan tinggi sebesar Rp163.500.000.

Ketiga, Nagari Mungo atas nama Afdil yang juga menerima santunan meninggal dunia dan Jaminan Hari Tua sebesar Rp51.422.320. Selain itu juga ditambah beasiswa untuk 1 orang anak sampai perguruan tinggi mencapai Rp71.000.000.

Adapun keempat, yakni Nagari Sitanang atas nama, Hurdinator, yang diketahui mendapat santunan meninggal dunia sebesar Rp42.000.0000. Santunan tersebut merupakan perlindungan nyata yang diberikan oleh pemerintah daerah bersama BPJamsostek.

Santunan dimaksud, katanya, merupakan jaminan sosial untuk meringankan beban keluarga atau ahli waris para almarhum, sebagai wujud kepastian perlindungan kerja bagi perangkat nagari di lingkungan pemerintahan Kabupaten Lima Puluh Kota.

Kepala Kantor Cabang BPJamsostek Bukittinggi, Sunjana Achmad, menyampaikan rasa duka atas berpulangnya sejumlah aparatur nagari di lingkungan Kabupaten Limapuluh Kota. Pihaknya juga menghaturkan terima kasih atas dukungan Pemkab Lima Puluh Kota, sehingga para perangkat nagari dapat terlindungi dan bisa menerima manfaat dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

“Kita tentunya mengharapkan kedepan semua tenaga kerja yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota bisa terlindungi di jaminan sosial tenaga kerja. Seperti Non ASN, UMKM, pekerja Formal, pekerja informal (petani, peternak, tukang ojek, dll),” harapnya.

Musibah yang dialami para perangkat nagari serta dengan telah terdaftarnya perangkat nagari di BPJS Ketenagakerjaan, maka ahli waris mendapatkan Santunan Kematian sebesar Rp42.000.000. Termasuk jaminan hari tua atau pensiun, sesuai tabungan serta beasiswa anak sampai ke perguruan tinggi.

“Mudah-mudahan santunan ini dapat bermanfaat bagi ahli waris serta anak-anak ahli waris tetap dapat melanjutkan pendidikan sampai ke perguruan tinggi dan mencapai cita-citanya,” tambah Sunjana.

Sementara itu, Bupati Lima Puluh Kota Safaruddin Dt Bandaro Rajo dalam sambutannya usai penyerahan santunan mengaku apresiasi atas santunan kepada penerima manfaat BPJamsostek khususnya terhadap perangkat nagari di daerahnya.

Program tersebut, menurutnya, merupakan program nyata sebagai perlindungan sosial pekerja bagi aparatur pemerintahan. Dia mengimbau, agar seluruh walinagari dapat memastikan perlindungan sosial bagi seluruh aparatur atau perangkat yang ada di tingkat nagari.

“Jangan ada yang terlewat. Kepada walinagari, agar memastikan seluruh perangkat nagari terlindungi di BPJS Ketenagakerjaan. Ke depan, seluruh non ASN di Kabupaten Limapuluh Kota juga harus terlindungi dalam program BPJS Ketenagakerjaan ini,” tutup Bupati Safaruddin.

Penyerahan simbolis santunan disaksikan langsung Ketua DPRD Lima Puluh Kota dan Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lima Puluh Kota. Kemudian, juga tampak dihadiri Forkopimda, Asisten dan Kepala OPD, Camat, Wali Nagari dan Ketua Bamus Kabupaten Lima Puluh Kota. (akg)

Related posts