Buya Gusrizal Gazahar Datuak Palimo Basa, Sosok yang Menginspirasi, Lugas dan Tegas

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM, PADANG — Bagi kalangan ulama siapa yang tidak kenal Ketum MUI Sumbar Buya H. Gusrizal Gazahar, Lc., M.Ag. Datuk Palimo Basa adalah seorang ulama muda kharismatik, lugas dan tegas.

Buya diamanahkan kembali menjadi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Sumatra Barat periode 2020-2025 berdasarkan sidang formatur di Padang, Jumat, 12 Februari 2021 lalu.

Read More

Buya lulusan MAPK Koto Baru, Padang Panjang dan Universitas Al-Azhar, Mesir. Wikipedia, dari sini cerita panjang perjalanan Buya Gusrizal dimulai, hingga Buya masuk di jajaran MUI Kota Solok,  serta diamanahkan sebagai Komisi Fatwa MUI Sumbar. Sewaktu jadi Komisi fatwa Buya menghadapi rintangan salahsatunya pembangunan Lippo Group lengkap dengan fasiltas rumah sakit, hotel dan mall.

Buya juga selalu bersuara lantang menanggapi issue nasional jika itu berkaitan dengan kepentingan ummat, contohnya penolakannya terhadap Islam Nusantara karena baginya bukan Islam Nusantara tetapi Gerakan Buya Baliak Basurau. Bahkan baru-baru ini soal ucapan selamat dari Menteri Agama terkait hari raya agama Bahaiyyah ramai menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Buya pun memyampaikan  penolakannya terhadap agama Baha’i yang meresahkan ummat, sikap penolakan disampaikan secara santun dengan bentuk satire dan statement kepada media.

Juga, katanya, dalam menghadapi problematika ummat butuh kerja banyak pihak atau dalam kajian ushul fiqh dikenal dengan ijtimak kolektif.

Ajaran Islam bukan saja dalam satu aspek ushul saja, tetapi meruapkan rumusan dalil hukum. Alquran dan sunnah adalah sumber dari seluruh sumber hukum atau.mizanun fikri dari semua disiplin ilmu apapun.

Dalam sebuah kesempatan, Pentolan DARAM ini juga pernah menegaskan para muslimah Minangkabau agar tak melepaskan jilbab kapapun dan dimanapun mereka berada, karena selain wujud patuh syariat, pakaian menutup aurat dan berkerudung merupakan pakaian khas urang awak.

“Adaik basandi syara’-syara’ basandi kitabullah, adaik bapaneh syara balinduang-syara mangato adaik mamakai! Itulah pakaian khas Ranah Minang. Seluruh unsur masyarakat Minang, apakah itu niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, dan bundo kanduang, wajib memerintahkan umat dan anak kemenakan untuk berbusana khas Minangkabau tersebut,” tegas Buya

Selain itu Buya Gusrizal aktif mendorong Bank Nagari menjadi Bank Nagari Syariah. “Bank nagari jadi syariah adalah harga diri orang minang sesuai dengan falsafah adaik basandi syara’, syara’ basandi kitabullah,” ujarnya.

Ulama yang satu ini sangat syarat dengan keilmuan terutama kajian fiqih dan Tafsir yang beliau hadirkan di Surau Buya Gusrizal, sebuah masjid di mana Buya dipercaya mengbdikan diri untuk ummat di surau.

Related posts