Cahaya Fajar di Ufuk Timur! MUI Sumbar dan Gubernur Makin Mesra, Pengukuhan 2 September di Aula Gubernur

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Suasana kehangatan dan kebersamaan menyelimuti kediaman Gubernur Sumatera Barat, Jumat (28/7) sore. Di tengah desiran angin pagi yang menyejukkan, pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat periode 2026-2031 berkumpul dalam silaturahim dan diskusi kebangsaan yang sarat makna. Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum MUI Sumbar terpilih, Buya Dr. Zulkarnaini, itu bukan sekadar ajang ramah-tamah biasa. Di balik senyum dan jabat tangan, terhampar harapan baru bagi sinergi ulama dan umara di ranah Minang.

Buya Zulkarnaini dengan mantap menyampaikan kabar gembira: jika tak ada halangan, pengukuhan resmi pengurus MUI Sumbar akan digelar pada Rabu, 2 September mendatang, tepat pukul 14.00 WIB, di Aula Kantor Gubernur. Ya, bukan di Auditorium Istana Gubernur yang kebetulan tengah direnovasi, tapi tetap di tempat yang penuh wibawa dan kehormatan.

Sekretaris MUI Sumbar, Buya Ki Jal Atri Tanjung, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Menurutnya, sambutan gubernur terhadap pertemuan ini luar biasa positif. Bahkan, sebuah rencana besar mulai mengemuka: “Insyaallah, pertemuan tadi adalah awal dari kajian rutin di Surau Gubernur. Bersiap-siap, kawan-kawan pengurus MUI diminta mengisi kajian subuh di surau tersebut!” ujarnya dengan semangat. Bayangkan, kajian subuh di kediaman gubernur—sebuah simbol kedekatan yang selama ini dinanti.

Tak berhenti di situ, perhatian gubernur juga mengalir kepada staf administrasi MUI. Ki Jal Atri Tanjung menambahkan bahwa honorer staf administrasi pun akan diusahakan kesejahteraannya oleh gubernur. Sebuah langkah kecil yang berdampak besar bagi kelancaran roda organisasi.

Ada tiga poin penting yang menjadi buah manis pertemuan tersebut:

1. Mobiler gedung MUI terjamin — Kebutuhan perlengkapan operasional gedung sudah disetujui. Pengurus MUI tinggal menyampaikan apa saja yang diperlukan.
2. Tempat pengukuhan resmi — Rabu, 2 September 2026, pukul 14.00 WIB, Aula Kantor Gubernur siap menjadi saksi sejarah pengukuhan kepengurusan baru.
3. Fasilitas istana untuk pemimpin — Ketua Umum diberikan fasilitas menginap di Istana Gubernur. Bahkan tamu-tamu MUI dari Jakarta yang memerlukan juga akan mendapat layanan serupa.

Alhamdulillah. Kalimat itu terucap tulus dari setiap hadirin. Sebab, di sinilah titik cerah mulai terlihat.

“Sudah mulai tampak cahaya fajar menyingsing di ufuk Timur,” begitu ungkapan penuh optimisme yang menggema di ruang pertemuan. “Umara dan ulama sudah mulai saling mendekat. Tidak lagi ‘malu-malu kucing’. Terus teranglah agar terang terus.”

Pesan itu menggugah. Sebuah ajakan untuk menyambut babak baru dengan hati senang dan dada lapang. Agar eksistensi MUI ke depan semakin dirasakan manfaatnya oleh umat, oleh bangsa, dan oleh tanah Minang yang tercinta.

Matahari mungkin telah tenggelam di ufuk barat, tapi fajar persatuan ulama dan umara justru mulai menyingsing. Mari kita saksikan bersama.

Pos terkait