Cegah Covid-19, Kabid Dikdas :Belajar Tatap Muka Terbatas dengan Kapasitas 50 Persen

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM, BUKITTINGGI – Merujuk kepada Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 57 Tahun 2021, bagi satuan pendidikan yang melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50 persen.

Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Kota Bukittinggi, Jeki, S.Kom, M.Si menyampaikan khusus di Bukittinggi, anak-anak itu sekolah dibagi shifnya, misalnya absen dari satu lokal itu ada 28 orang. Untuk sekolah dasar dari nomor 1-14 itu misalnya sekolah hari Senin, Rabu dan Jum’at kemudian nomor absen nomor 14-28 yaitu Selasa, Kamis dan Sabtu.

Read More

“Jadi diatur seperti itu dan pembelajaran di Blended Learning, kombinasi belajar tatap muka dengan e-learning (belajar online)  Jadi pencampuran itu, blended learning yang kita gunakan,” ujarnya Jeki, Rabu (17/11/2021).

Jeki lebih lanjut menjelaskan, alhamdulillah, sesuai data yang dikeluarkan oleh Kementerian baru-baru ini, daerah yang tidak terjadi lost learning itu hanya dua di Indonesia salah satunya Yogyakarta dan Bukittinggi.

“Kenapa Bukittinggi tidak mengalami lost learning? Karena kita membuatkan materi esensial namanya. Jadi sekolah itu wajib membuat rangkuman pembelajaran selama dua semester, pemberiannya bertahap kepada siswa dan siswa terus belajar materi esensial itu. Jadi walaupun mereka tidak full tatap muka, mereka harus belajar di rumah dengan orang tua, tetapi mereka dibekali dengan materi esensial ini,” jelas Jeki.

Ia menambahkan pada pelaksanaan tatap muka, semua siswa wajib mentaati protokol kesehatan (Prokes), setelah ada peraturan Mendagri, dan edaran dari Walikota tentang pelaksanaan pembatasan kegiatan.

“Kita buat edaran ke sekolah tentang aturan atau prosedur yang harus ditaati di sekolah dimana anak-anak tersebut sebelum datang ke sekolah itu, mereka dari rumah harus memakai masker dan tidak boleh dibuka,” terangnya.

Selanjutnya di gerbang itu sudah distandbykan Petugas yang disediakan oleh sekolah untuk pertama, menyuruh anak- anak mencuci tangan terlebih dahulu, dilakukan pengecekan suhu dan baru mereka baru masuk ke lokal masing-masing, kemudian mereka juga di bekali dengan facial.

Related posts