Cegah Hipertensi dengan Pola Hidup Sehat untuk Hidup Sehat Lebih Lama 

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM,PADANG PANJANG,- Untuk dapat mencegah Hipertensi, dengan menerapkan pola hidup sehat, mengonsumsi makanan seimbang dan gizi sempurna serta mengonsumsi obat-obatan. Hal tersebut dilakukan untuk hidup yang lebih lama. 

Ketua TP-PKK, dr. Dian Puspita Fadly Amran, Sp.JP menjelaskan. Selasa (17/5/2022), tatalaksana hipertensi tersebut dengan melakukan pola hidup sehat dan obat-obatan. Dan intervensi pola hidup direkomendasikan kepada semua pasien mulai dari normal-tinggi hingga hipertensi. 

“Intervensi pola hidup tersebut dapat dilakukan dengan diet Dash. Dengan mengonsumsi makanan seimbang yang mengandung sayuran, buah-buahan segar, kacang-kacangan, biji-bijian, tahu, susu rendah lemak, gandum, serela kaya serat, ikan dan asam lemak tak jenuh. Aktivitas fisik teratur, stop rokok dan hindari stress, serta mengurangi kafein,” ujar dr. Dian. 

Hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi kesehatan yang membahayakan nyawa jika dibiarkan. Bahkan dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, hingga kematian. 

Hipertensi jika Tekanan Darah Systol berada lebih dari 140 mmHg dan/atau Tekanan Darah Diastol lebih dari 90 mmHg pada pengukuran klinik atau fasilitas layanan kesehatan. 

Pemeriksaan Hipertensi tidak dapat dilakukan hanya satu kali kecuali tekanan darah besar dari 180/110 mmHg atau adanya bukti kerusakan target organ akibat hipertensi (HMOD). Dan diperlukan dua sampai tiga kali pemeriksaan dengan interval satu sampai 4 minggu. 

Berdasarkan European Heart Journal kasus hipertensi di dunia sebanyak 1,13 miliar. Untuk Indonesia sebanyak 34,11% (data 2018). 

Di telinga masyarakat terdengar bahwa pasien hipertensi diharuskan untuk minum obat seumur hidup. Ini dapat dicegah dengan mengontrol pola hidup sehat dan obat-obatan yang sudah diresepkan. Karena hipertensi ini tidak bisa disembuhkan. 

dr. Dian juga mengatakan, obat-obatan yang dikonsumsi oleh pasien hipertensi ini tidak akan merusak ginjal.terangnya. (Edi Fatra/tia).

Related posts