Cegah Masyarakat Dari Ancaman Produk Makanan Tidak Sehat, Dinkes Kota Solok Sosialisasikan Sistem Pengawasan

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS, SOLOK – Saat ini banyak beredar produk makanan dan minuman yang tidak lolos persyaratan BPOM RI. Entah karena sulit pengawasan disebabkan kurangnya sumber daya atau memang akibat kenakalan pengusaha produk makanan dan minuman, sehingga makanan yang tidak sehat dan hygienies serta tidak memenuhi syarat BPOM RI bisa beredar ditengah masyarakat.

Dessy Syafril, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Solok, Sabtu (18/9/2021) dihubungi MinangkabauNews.com mengatakan dalam pengawasan obat dan makanan oleh BPOM RI, diperlukan sistem pengawasan Pre-market dan Post-Market.

Read More

Pengawasan pre-market dilakukan melalui penilaian evaluasi keamanan, mutu, gizi dan label pangan olahan. Pengawasan post-market, dengan sampling dan pengujian laboratorium serta pemeriksaan produksi dan distribusi.

“Program Pengawasan obat dan makanan merupakan fokus agenda, khususnya terkait agenda meningkatkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Pengawasan Obat dan Makanan mempunyai implikasi luas terhadap kesehatan masyarakat,” katanya.

Ditempat lain, Kabid PPSDK Hiddayaturrahmi mengatakan peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pengawasan makanan yang beredar yang merupakan kewenangan BPOM, perlu didukung dengan pemberdayaan masyarakat.

“Bentuk nyata strategi pemberdayaan masyarakat adalah melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah sebagai lintas sektor yang menjadi mitra BPOM dan Dinas Kesehatan,” terangnya.

Related posts