Cegah Pungli dan Gratifikasi, Pemko Gelar Sosialisasi

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM,PADANG PANJANG,- Pemerintah Kota kembali gelar Sosialisasi Pencegahan Pungli dan Gratifikasi bagi para pejabat struktural di tingkat kelurahan dan kecamatan se-Kota Padang Panjang, Rabu (7/92022).

Wakil Walikota, Drs. Asrul saat membuka kegiatan ini menyampaikan, sejak dulu hingga saat ini, Pemko telah berkomitmen untuk memberantas pungli dan gratifikasi. Salah satu langkah yang dilakukan, Pemko telah membentuk Unit Pemberantasan Pungli (UPP), Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG), Rumah Aspirasi serta Lapor Wali.

Read More

“Saya harap semua yang mengikuti sosialisasi ini benar-benar menjauhi pungli dan gratifikasi. Karena keduanya merupakan perbuatan yang buruk dan menyalahi aturan,” kata Wawako Asrul saat membuka kegiatan tersebut di Aula Kantor Camat Padang Panjang Timur.

Para pejabat struktural di tingkat kelurahan dan kecamatan, tambah Asrul, memegang peranan penting dalam membantu mewujudkan Padang Panjang sebagai Kota Anti Korupsi yang bebas dari pungli dan gratifikasi, karena mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Untuk itu, saya ingatkan kepada bapak ibu semua jangan pernah meminta uang kepada masyarakat kita dan jangan pernah menerima dalam bentuk apapun. Tetap patuhi aturan, sehingga Padang Panjang bebas dari pungli. Kalau ada ditemukan, masyarakat langsung laporkan ke pihak terkait atau juga bisa ke Rumah Aspirasi,” ujar Asrul.

Sementara itu Inspektur, Dr. Syahril, M.H menyampaikan, pungli adalah perbuatan yang dilakukan seseorang dengan cara meminta pembayaran sejumlah uang yang tidak sesuai atau tidak berdasarkan peraturan yang berkaitan dengan pembayaran tersebut. Hal ini sering disamakan dengan perbuatan pemerasan, penipuan atau korupsi.

“Sedangkan gratifikasi adalah pemberian kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara yang berhubungan dengan jabatan dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya,” jelasnya.

Syahril mengungkapkan, kegiatan ini diikuti sebanyak 114 peserta, yang berlangsung selama satu hari dengan menghadirkan narasumber dari pihak terkait.jelasnya. (Edi Fatra/fki).

Related posts