Cerpen: Aku dan Kerinduan

  • Whatsapp
Ilustrasi
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)

Oleh: Mayang Sari

Sore itu matahari mulai beranjak pergi meninggalkan siang dan berganti malam. Aku memandangi langit mulai menghitam,sekejap ingatanku kembali memutar peristiwa 10 tahun silam yang selalu aku rindukandan tak pernah terlupakan.

Kenangan yang selalu teringat di kala hariku terasa sunyi, bahkan aku bermimpi bisa kembali ke masa itu lagi,masa di mana semua orang bahagia tanpa beban,tertawa lepas tanpa satupun yang dipikirkan kecuali hanya bermain. Hari-hariku-pun begitu menyenangkan kala itu,aku melewati semua dengan begitu bahagia. Sesekali.Kami Bermain di sungai, di sawah,dan mainan tradisional lainnya. Karena keasikan main,sampai lupa pulang dan dimarahi orang tua. Begitu menyenangkan masa kecil ku dulu.

Kini, aku beranjak dewasa,kehidupan mulai berbeda. Setiap tahun teknologi mulai berkembang meninggalkan zaman yang dulunya tak tau apa-apa perihal teknologi. Yang dulunya kami hanya bermain bersama–sama,tetapi itu semua dingantikan dengan gadget. Siapa sih yang ngak punya gadget? Semua orang zaman sekarang tak ada yang tak punya gadget,pasti setiap orang punya. Zaman yang semakin canggih membuat teknologi pun berkembang pesat yang dulunya gadget hanya digunakan untuk menelpon,tapi sekarang bisa akses media sosial,berbisnis dan juga bermain game online. Anak-anak zaman sekarang banyak terlena oleh game online sampai tak tau permain kami masa dulu begitu menyenangkan tanpa Gadget.

Hari demi hari banyak hal yang terjadi,kehidupan orang dewasa yang tidak pernah aku inginkan,hari-hari dipenuhi beban pikiran yang tak kunjung usai,membuat kepalaku mau pecah saat memikirkannya,mulai masalah keluarga,teman, percintaan dan sekolah membuatku muak dengan semua ini.

Rindu yang mendalam memaksa aku kembali ke masa itu, masa di mana aku tidak memikirkan semuanya, kecuali hanya bermain bersama teman-teman. Tapi,Tak mungkin rasanya aku kembali lagi kemasa itu,kini hanyalah tinggal aku dan rindu.

*/Penulis adalah Mahasiswi Jurusan Sastra Minangkabau Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas Padang

Related posts