China dan Rusia Diminta Turun Tangan, Anwar Abbas: Saatnya Lawan Keganasan AS-Israel!

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, JAKARTA — Dunia kembali memanas setelah Amerika Serikat dan Israel dilaporkan melancarkan serangan brutal ke wilayah Iran. Tak hanya menghancurkan infrastruktur, serangan itu juga menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, beserta sejumlah anggota keluarganya di Teheran. Gelombang kecaman pun datang dari berbagai penjuru, salah satunya dari pengamat sosial ekonomi dan keagamaan Tanah Air, Anwar Abbas.

Anwar Abbas dengan tegas menyoroti aksi militer yang dinilainya sebagai bentuk kesewenang-wenangan negara adidaya. Ia mendesak agar poros kekuatan dunia lain, khususnya China dan Rusia, segera mengambil sikap nyata. Jangan hanya diam, saatnya bergerak membantu Iran yang tengah terhimpit.

“Jika Israel dengan leluasa dibeking Amerika Serikat menyerang Iran, maka China dan Rusia sudah seharusnya menunjukkan taringnya. Bantu Iran secara terang-terangan! Dunia butuh aksi nyata, bukan sekadar pernyataan diplomatik,” ujar Anwar Abbas kepada wartawan, Minggu (1/3/2026).

Menurutnya, selama ini China dan Rusia kerap bersuara lantang menentang penindasan. Kini saatnya suara itu diikuti langkah militer yang membuat Amerika Serikat berpikir ulang. Dengan menggerakkan armada perang mendekati kawasan Teluk, Anwar yakin AS akan berpikir ribuan kali sebelum melanjutkan aksinya.

“Unjuk kekuatan itu penting. Amerika harus tahu bahwa dunia tidak akan tinggal diam. Jika mereka terus memaksakan kehendak, sejarah akan berulang. Lihat saja Vietnam dan Afghanistan,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum MUI itu.

Anwar Abbas mengingatkan betapa militer AS yang perkasa akhirnya harus angkat kaki dari Vietnam setelah dikalahkan oleh taktik gerilya Viet Cong. Begitu pula di Afghanistan, persenjataan canggih tak berarti apa-apa di hadapan semangat jihad para Taliban. Dua peristiwa itu, kata Anwar, adalah bukti bahwa AS bukannya tak terkalahkan.

Lebih jauh, ia bahkan mendorong Iran untuk tidak tinggal diam. Sudah saatnya rudal balistik Iran diarahkan langsung ke jantung kekuasaan lawan, ke Washington DC dan Tel Aviv.

“Hancurkan singgasana Trump dan Netanyahu! Dunia sudah sangat lelah dan rindu akan masa di mana manusia bisa hidup tanpa terror dua tokoh ini,” serunya dengan penuh semangat.

Pernyataan Anwar Abbas ini menjadi semakin relevan di tengah kabar duka yang menyelimuti Iran. Serangan pada Sabtu (28/2) lalu tak hanya menghancurkan kompleks kediaman Khamenei, tapi juga merenggut nyawa pemimpin yang telah lama menjadi ikon perlawanan itu. Kini, mata dunia tertuju pada langkah China, Rusia, dan poros perlawanan lainnya. Apakah mereka akan benar-benar turun tangan, atau kembali membiarkan kekejaman terjadi di depan mata?

Related posts