Ciptakan Entrepreneur Handal, Dinpar Sumbar Adakan Bimtek untuk Pelaku Ekraf angkatan V

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, melalui Dinas Pariwisata Sumbar kembali menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk pelaku Ekonomi Kreatif (Ekraf) sub kegiatan fasilitasi pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif angkatan V di Hotel Ibis Padang, selama dua hari, Sabtu-Minggu (5-6/8/2023).

Kegiatan Bimtek itu diikuti sedikitnya 100 pelaku Ekraf dari yang berasal dari city of rendang Kota Payakumbuh.

Read More

Bimtek Pelaku Ekraf ini atas inisiasi pokok pikiran Anggota DPRD Sumbar Nurkhalis Dt. Bijo Dirajo

Kegiatan ini dibuka secara resmi Kadis diwakili Kabid Pengembangan SDPE Dinpar Sumbar.

Kadis Pariwisata Sumbar diwakili Kabid Pengembangan SDPE Dinpar Sumbar, Raymond mengatakan, bahwa Bimtek digelar selama dua hari Sabtu dan Minggu. Hari pertama dilaksanakan pemberian materi kepada peserta.

“Hari ini 100 pelaku ekraf utusan dari Kota Payakumbuh mengikuti Bimtek tentang bagaimana meningkatkan sektor pariwisata khususnya di daerah tersebut,” katanya.

Bimtek ini menghadirkan banyak nasumber yang memberikan materi/ilmu yang berkaitan dengan ekonomi kreatif dan para narasumber ada yang berasal dari kalangan akademisi.

Anggota Komisi II DPRD Sumbar Nurkhalis Dt. Bijo Dirajo mendorong pelaku UMKM Kota Payakumbuh membentuk kelompok-kelompok untuk mendapatkan bantuan akses kemudahan berusaha dari pemerintah provinsi.

“Potensi UMKM Payakumbuh sangat bagus, bahkan mereka menjadi pemasok utama sanjai pada Kota Bukittinggi, sebagai Anggota Komisi II DPRD Sumbar, kita dorong UMKM Payakumbuh untuk membentuk kelompok-kelompok agar mendapatkan bantuan permodalan, pembinaan hingga sarana prasarana dari pemerintah provinsi,” katanya.

Ia menambahkan, salah satu syarat untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah provinsi adalah membentuk kelompok-kelompok, banyak keuntungan yang akan diperoleh jika telah melakukan hal tersebut, diantaranya mendapatkan sertifikasi halal secara gratis.

“Untuk itu kita mendorong UMKM Payakumbuh untuk tidak berjalan sendiri-sendiri,” katanya.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Sumbar memiliki komitmen untuk menciptakan 100 ribu enterpreanur yang masuk dalam program unggulan Mahyeldi-Audy. Terkait program ini dia melihat penerapannya masih belum optimal, beberapa waktu lalu dirinya mengalokasikan anggaran pokok pikiran (pokir) untuk pelatihan dan bimtek.

“Mari kita membangun kota payakumbuh bersama-sama, pariwisata tidak hanya tanggung jawab pemerintah saja tapi juga buruh peran serta masyarakat,” Ujarnya


Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Minangkabaunews.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Related posts