Dapat Undangan Khusus, Talempong Aguang Balai Belo Koto Kaciak Ikuti Pergelaran di TMII Jakarta

Bupati Agam, Andri Warman bersama pembina grup Kesenian Tradisional Talempong Aguang Balai Belo, Metrizon. (Foto/dok istimewa)

Mendapat undangan khusus dari Badan Penghubung Provinsi Sumatera Barat, Bupati Agam, Andri Warman lepas grup kesenian tradisional Talempong Aguang Balai Belo, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya untuk mengikuti pagelaran di Anjungan Sumatera Barat TMII Jakarta, Minggu, (9/1/2022).

Keberangkatan grup kesenian yang berjumlah sekitar 14 orang itu dilepas dari Mess Pemkab Agam Belakang Balok, Kamis, (6/1/2022) dan difasilitasi langsung dengan satu unit bus AWR Grup.

Read More

Andri Warman mengaku sangat bangga, karena kesenian Agam bisa tampil di luar Sumatra Barat. Selain itu ia berharap, kesenian ini bisa menjadi ikon dan akan menambah nilai jual pariwisata Kabuapaten Agam nantinya.

“Dengan penampilan kesenian tradisional, Agam bisa semakin dikenal di seluruh nusantara maupun mancanegara,” ujar Andri Warman.

Sementara itu, pembina grup Kesenian Tradisional Talempong Aguang Balai Belo, Metrizon mengatakan, selain diundang, memang pihaknya berkeinginan untuk tampil di luar Sumatra Barat guna memperlenalkan kesenian tradisional lebih luas lagi.

“Kegiatan ini sebetulnya tertunda akibat dampak PPKM dan baru bisa dilaksanakan awal bulan ini,” ungkapnya.

Dikatakan Metrizon, melalui pagelaran ini pihaknya dapat mempromosikan kesenian tradisional talempong aguang yang berasal dari tapian Danau Maninjau itu, karena menurutnya kesenian ini kini mulai kurang diminati terutama dikalangan generasi muda.

“Kedepan kita harap timbul minat generasi muda untuk dapat melestarikan kesenian tradisional talempong aguang ini,” harapnya.

Ia menjelaskan, dulu talempong aguang ini dinamakan talempong uwaik-uwaik, dengan pemainnya generasi tua dari kaum ibu. Dalam meningkatkan minat generasi katanya, kesenian ini kini dinamakan talempong aguang, sehingga pemainnya ada dari kaum perempuan dan juga laki-laki.

Kesenian ini sudah dikembangkan, ditambahkannya, jika dulu hanya ada talempong dan aguang, kini dikembangkan dengan berbagai peralatan seperti pupuik batang padi, botol, batok kelapa, nyiru dan lainnya.

Related posts