MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Di sebuah pesantren di Padang Panjang, ada mimpi yang tidak berhenti di balik dinding klasik. Mimpi itu kini menjelma menjadi kenyataan bagi Mutia Hafidzah Novri, atau yang akrab disapa Uti. Santriwati kelas XII Pesantren Kauman Muhammadiyah ini berhasil menembus batas geografi dan ekspektasi, dengan menerima surat penerimaan dari Universitas Vistula, Polandia, untuk program studi Artificial Intelligence Computer Engineering.
Uti, yang lahir pada 16 Agustus 2007, bukan hanya membawa nama baik dirinya sendiri, tetapi juga keluarganya yang penuh dukungan. Sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara, ia tumbuh dalam didikan ayahnya, Doni Novrizon, dan ibunya, Nurhaida—keduanya Pegawai Negeri Sipil—yang selalu menanamkan pentingnya meraih pendidikan setinggi langit.
“Ini adalah buah dari kerja keras Uti dan doa kita semua,” ungkap orang tuanya dengan mata berkaca-kaca. Kepercayaan mereka pada pendidikan Pesantren Kauman tidak main-main. Buktinya, kakak Uti yang juga alumni pesantren ini saat ini sedang melanjutkan studi di Turki.
Bagi Uti, langkahnya ke Polandia lebih dari sekadar kuliah. Ini adalah tentang keberanian meninggalkan zona nyaman, menyelami budaya baru, dan menantang diri di bidang paling mutakhir: Kecerdasan Buatan. “Saya ingin meng-upgrade diri dan pulang membawa ilmu yang bermanfaat,” tuturnya dengan tekad yang terpancar jelas.
Kepala Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang, Dr. Derliana, M.A., menyambut prestasi Uti dengan penuh kebanggaan. “Prestasi ini membuktikan santri kita bisa bersaing di tingkat global. Pendidikan di pesantren tidak hanya tentang ilmu agama, tetapi juga membekali santri dengan kompetensi sains dan teknologi yang dibutuhkan dunia,” tegasnya.
Keberhasilan Uti diharapkan menjadi pemantik semangat bagi ratusan santri lainnya. Dari ruang belajar yang penuh dengan lantunan ayat suci, kini Uti siap membuka lembaran baru sebagai duta bangsa di Eropa, mengukir asa, dan membuktikan bahwa mimpi kuliah di belahan dunia lain bukanlah angan-angan belaka.
Selamat berjuang, Uti! Semoga setiap langkahmu di Polandia menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.






