Dari Tanah Tandus Kembali Hijau: Petani Agam Buktikan Replanting Sawit Raup Ratusan Juta!

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, AGAM — Setelah empat tahun penantian, program peremajaan (replanting) kelapa sawit rakyat di Sumatera Barat akhirnya menuai hasil manis. Sebuah harapan baru lahir di Kabupaten Agam, di mana petani melakukan panen perdana dari kebun sawit yang sebelumnya telah diremajakan.

Momen bersejarah ini ditandai dengan panen perdana di lahan plasma Koperasi Perkebunan Sawit (KPS) Tompek Tapian Kandis, Kamis (13/11/2025). Kehadiran Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, dalam acara tersebut semakin menyemangati para petani yang telah bersabar menunggu hasil jerih payah mereka.

“Ini adalah bukti nyata bahwa perjuangan kita selama ini tidak sia-sia. Program replanting yang dimulai sejak 2018 akhirnya menunjukkan hasil yang menggembirakan,” ujar Gubernur Mahyeldi dengan penuh apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.

Program ambisius ini didukung penuh oleh pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Hingga kini, program telah menjangkau 14.919 hektar lahan sawit rakyat di Sumbar dengan total dana yang digelontorkan mencapai Rp463 miliar.

Yang menggembirakan, besaran bantuan per hektar terus meningkat. Dari semula Rp25 juta, naik menjadi Rp30 juta, dan pada 2025 ini mencapai Rp60 juta per hektar. Khusus untuk KPS Tompek Tapian Kandis, bantuan yang diterima mencapai Rp7,95 miliar untuk 289 hektar lahan.

“Keberhasilan di Agam menjadi contoh nyata bahwa dengan manajemen dan pendampingan yang tepat, program ini bukan hanya meningkatkan produktivitas, tapi juga kesejahteraan petani,” tegas Mahyeldi.

Optimisme ini juga dibagikan oleh Bupati Agam Benni Warlis yang menyebut panen perdana sebagai buah manis dari sinergi pemerintah, perusahaan, dan petani. “Ini bukti bahwa kolaborasi mampu menciptakan perubahan nyata bagi perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Dukungan juga mengalir dari sektor swasta. Manager PT AMP Plantation, Mr. Low Kim Seng, menegaskan komitmen perusahaannya untuk mendukung program replanting, baik di area perusahaan maupun lahan plasma masyarakat.

Dengan target replanting 5.400 hektar pada 2025 yang tersebar di tujuh kabupaten, kesuksesan panen perdana di Agam ini menjadi pertanda awal yang menjanjikan bagi masa depan perkebunan kelapa sawit rakyat di Sumatera Barat. Sebuah transformasi hijau yang tidak hanya menyelamatkan produktivitas, tetapi juga masa depan para petani sawit.

Related posts