Wako Erman Safar Menyoroti Delapan Fungsi Keluarga, Ini Tujuannya

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM, BUKITTINGGI – Sekolah Keluarga merupakan program Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) yang memiliki peran sebagai wadah edukasi yang paling efektif menjangkau masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia (SDM), bertempat di Auditorium Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, Selasa (23/11/2021).

Wako Erman Safar dalam sambutannya menyoroti “Delapan fungsi keluarga.” sebagai tujuan dari penyelenggaraan program Sekolah Keluarga. Kedelapan fungsi tersebut adalah: fungsi agama, fungsi sosial budaya, fungsi cinta dan kasih sayang, fungsi perlindungan, fungsi reproduksi, fungsi sosialisasi dan pendidikan, fungsi ekonomi serta fungsi pelestarian lingkungan.

Read More

“Jika setiap keluarga sadar bagaimana pentingnya kedelapan fungsi ini, maka tidak ada masalah sosial dan masalah lain yang tidak dapat dicegah atau diatasi. Kedelapan fungsi ini merupakan aktifitas kecil dan biasa di keluarga, namun sarat makna,” kata Wako Erman.

Selain mewisuda peserta Sekolah Keluarga Angkatan ketiga, Wako Erman Safar bersama Ketua TP-PKK Kota Bukittinggi, Ny. Fiona Erman Safar juga meresmikan peluncuran (launching) logo Sekolah Keluarga.

Peluncuran logo tersebut diharapkan semakin mengokohkan jenama (brand) program Sekolah Keluarga ke depannya. Logo tersebut didisain oleh Aqil Abdul Gani, S.Sn, lulusan S1 DKV Universitas Negeri Semarang, putra dari Drs. H. Gazali, MA dan Nini Rahmi, SKM.

Kilas Balik
Sekolah Keluarga merupakan salah satu program prioritas Pemko Bukittinggi sejak digulirkan pada tahun 2018. Program ini bertujuan untuk memperkuat ketahan keluarga di Kota Bukittinggi berdasarkan pada pelaksanaan “Delapan fungsi keluarga.”

Penyelenggaraan Sekolah Keluarga Angkatan ketiga tahun 2021 dibuka secara resmi oleh Wako Erman Safar awal Maret 2021 lalu.

Sekolah Keluarga Angkatan ketiga itu sendiri awalnya dilaksanakan pada tahun 2020. Namun karena pandemi Covid-19, pelaksanaannya terhenti dan dilanjutkan kembali pada 2021.

Peserta Sekolah Keluarga Angkatan ketiga awalnya tercatat sebanyak 764 orang yang tersebar di seluruh kelurahan.

Materi dan bahan ajar dalam Sekolah Keluarga diberikan sebanyak 16 sesi pertemuan. Peserta program dinyatakan lulus dan dapat diwisuda apabila memenuhi ketentuan tingkat kehadiran serta membuat karya tulis.

Terdapat lulusan terbaik di tiap-tiap kelurahan, yang didasarkan pada kriteria: tingkat kehadiran, penilaian terhadap karya tulis, keaktifan saat pembelajaran dan penerapan materi ajar terhadap diri sendiri, keluarga dan lingkungan, serta memiliki kepribadian yang patut untuk dijadikan teladan.

Dari 533 peserta Sekolah Keluarga Angkatan ke-III yang diwisuda hari ini oleh Walikota Bukittinggi, sebanyak 161 orang berasal dari Kecamatan Guguk Panjang, 186 orang dari Kecamatan Mandiangin Koto Salayan, dan 186 orang dari Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh.

Related posts