Demo Kasus Ujaran Kebencian HEH yang Menghina Muhammadiyah di Medsos,IMM Pertanyakan Proses Hukum yang Menggantung

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Ratusan mahasiswa dari Dewan Pengurus Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menggelar aksi demo di depan Mapolda Sumatera Barat (Sumbar), Senin (22/5/2023).

Dari pantauan minangkabaunews.com, mahasiswa IMM telah melakukan unjuk rasa sejak sore. Namun, hingga pukul 19.19 WIB sempat aksi saling dorong di depan gerbang Gedung Mapolda Sumbar.

Read More

Ketua Umum DPD IMM Sumbar Hamzah Jamaris, unjuk menanyakan sejauh mana penyelidikan terhadap laporan terkait dugaan ujaran kebencian yang menyebut Muhammadiyah sama dengan Syiah dan sekte.

“Kita menyaksikan di stasiun TV lokal tampak HEH tidak menunjukan rasa bersalah malahan seperti menasehati Muhammadiyah,” tegasnya.

“Apakah itu akhlaq pendakwah tidak menunjukan rasa bersalah tapi tampil cool di televisi,” ujarnya.

Dirinya meminta proses hukum ustaz HEH yang memposting menyebutkan Muhammadiyah adalah sekte, Muhammadiyah sama dengan Syiah. Tetapi hari ini pihak Polda Sumbar belum jelas masih proses-proses sampai kapan prosesnya tentunya kita dari DPD IMM Sumbar dan juga beberapa angkatan muda Muhammadiyah menginginkan jangan sampai nantinya dengan satu oknum ini lepas bebas tidak dihukum.

Hamzah menambahkan, Muhammadiyah itu kalau dilihat sudah berkontribusi untuk negara dan itu semua luar biasa bagi masalah pendidikan, kesehatan berapa perguruan tinggi.

“Beberapa sekolah-sekolah Muhammadiyah, rumah sakit Muhammadiyah itu bukti kita,” ujarnya. Ia menegaskan, ustaz HEH tentu harus diproses hukum.


Kapolresta Padang Kombes Pol Ferry Harahap menegaskan, laporan warga Muhammadiyah terhadap ustaz HEH masih dalam proses.

“Saya juga akan menanyakan langsung nantinya ke Dirreskrimkus AKBP Alfian Nurnas,” ujarnya kepada peserta unjuk rasa.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat (Sumbar) mengeluarkan pernyataan sikap terkait dugaan ujaran kebencian yang menyatakan Muhammadiyah sebagai Sekte dan menyamakan dengan Syiah.

Ketua PWM Sumbar Bakhtiar mengatakan, PWM Sumbar menyadari bahwa setiap orang mempunyai hak mengeluarkan pendapat.

“Namun hak tersebut tidak boleh digunakan untuk menyebarkan ujaran kebencian karena ujaran kebencian adalah masalah serius yang memicu konflik, merusak hubungan sosial serta kesejahteraan masyarakat,” katanya di Padang, Rabu (26/4/2023).

Ia menyebutkan, hal tersebut telah dirapatkan pada hari ini di Gedung Dakwah Muhammadiyah di Sawahan, Padang bersama seluruh pengurus PWM.

“Hasilnya, kami mengecam tindakan saudara HEH yang membuat status “Yang masih menganut biar melek..ini sisi kesamaannya dengan syi’ah Berislamlah tanpa ormas.”Dan didalam status tersebut memuat video ceramah salah seorang ustadz Farhan Abu Furahan Hafidzahullah yang sudah diklarifikasi 2 tahun lalu,” ujarnya.

Kemudian, meminta Polda Sumbar memproses laporan pengaduan yang sudah dilayangkan warga Muhammadiyah ke Polres Payakumbuh secara adil, cepat dan tuntas.

“Kemudian kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kerukunan antar sesama anak bangsa, menghargai keberagaman sebagai sebuah keniscayaan yang dihormati,” ujarnya.

“Kemudian bijak dalam mengunakan media sosial sesuai dengan filosofi Adat Basandi Syarak – Syarak Basandi Kitabullah,” pungkasnya.


Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Minangkabaunews.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Related posts