Deteksi Dini TB Makin Masif! Kemenkes Siapkan 508 Lokasi CKG di Sulteng, Target Bebas Tuberkulosis

MINANGKABAUNEWS.com, PALU — Langkah berani Kementerian Kesehatan dalam memerangi tuberkulosis (TB) di Sulawesi Tengah patut diapresiasi. Melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) spesifik TB yang tersebar di 508 titik di 13 kabupaten/kota, pemerintah bergerak cepat menyelamatkan masyarakat dari ancaman penyakit menular ini.

Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, mengungkapkan bahwa program ini adalah bagian dari strategi nasional untuk mempercepat penemuan kasus dan memutus rantai penularan. “Kita akan lakukan CKG khusus TB di 53.335 lokasi seluruh Indonesia. Khusus di Sulteng, kita siapkan 508 lokasi. Satu kegiatan bisa menjangkau 100 orang,” ujarnya di Palu, Sabtu.

Langkah ini menjadi angin segar, mengingat masih ada sekitar 20 persen kasus TB yang belum terdeteksi dari perkiraan 1,09 juta kasus di tahun 2025. Dengan deteksi dini, pasien bisa segera mendapatkan pengobatan yang tepat, sekaligus melindungi keluarga dan lingkungan sekitar dari penularan.

Yang lebih membanggakan, Kemenkes tak main-main dalam mendukung program ini. Sebanyak 16 unit alat X-ray portabel dengan bobot hanya 3 kilogram disiapkan untuk menjangkau daerah-daerah terpencil di Sulteng. “Alat ini ringan dan mudah dibawa ke mana saja, sehingga pemeriksaan bisa menjangkau lebih banyak masyarakat,” tambah Benjamin.

Tak hanya itu, pemerintah juga menggandeng perguruan tinggi dan pihak swasta untuk ikut serta dalam edukasi kesehatan masyarakat. Setiap kegiatan CKG pun didukung anggaran operasional sebesar Rp7,5 juta, menunjukkan keseriusan negara dalam memberantas TB.

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, dan swasta, harapan untuk menekan angka penularan TB di Sulawesi Tengah kini semakin terbuka lebar. Masyarakat pun diimbau untuk tidak ragu memanfaatkan layanan CKG yang tersedia, demi masa depan yang lebih sehat dan bebas dari TB.

Pos terkait