Detik-detik Akhir Pemerintahan Netanyahu, Warga Israel Bersuka Cita

  • Whatsapp
Warga Israel Demo
Ribuan warga Israel turun ke jalan rayakan akhir pemeintahan Netanyahu (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS, INTERNASIONAL — Sekitar 2.000 orang berdemonstrasi merayakan detik-detik berakhirnya 12 tahun pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Sabtu (12/6) malam.

Ribuan warga tersebut meneriakkan lagu partisan Italia yang terkenal dalam serial televisi Money Heist, Bella Ciao, di depan kediaman Netanyahu di Yerusalem.

Read More

Para pengunjuk rasa turut melontarkan slogan “Bibi Ciao” atau “Selamat Tinggal Bibi” yang merujuk pada nama panggilan Netanyahu.

Spanduk berwarna hitam dan bertuliskan “Bye, Bye Bibi, Bye, Bye” juga terpampang besar di depan kediaman sang perdana menteri Israel terlama itu.

Demo tersebut digelar di malam pemungutan suara kabinet pemerintahan baru di parlemen Knesset yang akan mengakhiri era kepemimpinan Netanyahu.

“Bagi kami, ini adalah malam besar dan besok akan menjadi hari yang lebih besar lagi. Saya hampir menangis. Kami berjuang dengan damai untuk ini dan hari itu telah tiba,” kata salah satu pedemo, Ofir Robinski, kepada AFP.

“Netanyahu hanya mencoba memecah belah kami dan membuat setiap bagian masyarakat saling bertentangan. Tapi besok kami akan bersatu baik kaum sayap kanan, kiri, orang Yahudi, maupun orang Arab,” paparnya menambahkan.

Seorang pemrotes lainnya, Gali Israel Tal, juga merasa optimistis pemungutan suara di Knesset pada hari ini menandai kematian politik Netanyahu.

“Ini Sabtu terakhir kami di sini. Kami menang. Besok Knesset akan memilih dan perdana menteri ini akan pergi. Bagus. Dia akan pergi,” ucap Gali.

Di sisi lain, para pendukung Netanyahu masih sulit menerima kepergiannya dari kursi PM.

Dalam pemungutan suara Minggu (13/6) ini, Knesset akan memutuskan apakah kabinet perubahan yang dibentuk koalisi pimpinan mantan wartawan sekaligus ketua Partai Yesh Atid, Yair Lapid, bisa menggantikan pemerintahan Netanyahu.

Pembentukan koalisi pemerintahan baru ini dilakukan setelah Netanyahu gagal membentuk pemerintah lagi meski telah memenangkan pemilihan umum pada Maret lalu.

Sebagai gantinya, Presiden Israel, Reuven Rivlin, memberikan mandat Lapid dan partainya, sebagai pemenang kedua suara terbanyak dalam pemilu, untuk membentuk koalisi pemerintahan baru. (CN)

Related posts