Dewiwarman : Pramuka Ada Untuk Negeri

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM,Lubuk Alung, –“Bhakti Kami untuk Negeri”. Itulah agaknya yang dilakukan keluarga besar Kwartir Cabang 0305 Gerakan Pramuka Kabupaten Padang Pariaman, Minggu 3 Oktober 2021.

Sebanyak 78 orang anggota Pramuka Padang Pariaman yang dipimpin langsung oleh Kak Dwi (Dewiwarman), Ketua Kwartir Cabang 0305 Gerakan Pramuka Kabupaten Padang Pariaman, didampingi kak Well, Bendahara, kak Randel, Wakil Sekretaris dan kak Sky, Kasatgas Brigade Rescue Pramuka (Bareska), sebagai unit Pramuka Peduli Padang Pariaman, kak Alek, Wakasatgas serta kak Tiwi, kak Rahmat dan kak Aris, Andalan Cabang, melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat dan Siaga Bencana (Abdimasgana) di Korong Tanah Taban, Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Lubuk Alung. 

“Kami datang untuk mengurangi dan mengobat duka Tanah Taban. Tujuh nyawa warga Tanah Taban melayang karena rumah yang ditempatinya ditimbun tanah longsor,” cerita kak Dwi. 

Menurut dia, kegiatan seperti ini bukan sekali dua dilakukannya, tapi sudah sangat sering. 

“Tugas mulia ini kami lakukan dengan ikhlas, tanpa tekanan dan tanpa paksaan. Karena kami menyadari, Pramuka ada karena masyarakat, Pramuka ada karena memang keberadaannya dibutuhkan negara dalam membentuk karakter muda bangsa dan Pramuka ada untuk berbakti pada negeri,” ulas anggota DPRD Padang Pariaman dari PPP ini di akun media sodialnya. 

Dia menceritakan, ada kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri yang dirasakan ketika pihaknya secara bersama-sama bisa membantu pemerintah, bisa meringankan beban masyarakat dan mendarmabaktikan diri ini untuk negeri. 

“Kami senang ketika kehadiran kami bisa membuat tangis menjadi senyuman, kami senang ketika beban berat yang tidak bisa dituntaskan masyarakat bisa kami selesaikan, kami senang ketika gerakan cangkul dan sekop kami atau berputarnya roda gerobak kami mampu mengatasi kesulitan orang lain,” tulisnya. 

Walaupun tidak tuntas, sebutnya, tapi keberadaan Pramuka mampu memperendah gundukan tanah yang menimbun rumah warga di Tanah Taban itu dan memindahkannya ke tempat lain. 

“Kami memang bukan siapa-siapa di negeri ini, karena kami hanyalah segelintir anak bangsa yang punya rasa, punya cinta dan punya cita-cita. Kami siap turun dan terjun untuk masyarakat, bangsa dan negara,” ungkapnya. 

Tanpa diminta, ketika bencana datang maka saat ini Pramuka bergerak. Ayo Pramuka Padang Pariaman, ayo Bareska, jangan pernah berhenti berbakti. 

“Walaupun sebagian orang tak suka padamu, tapi negeri ini dan republik tercinta ini butuh Pramuka”.

Related posts