Diduga Gelapkan Dokumen dan Uang Pajak, Oknum Karyawan Notaris PPAT di Payakumbuh Dipolisikan

  • Whatsapp
Kantor Mako Polres Payakumbuh, Sumatera Barat. (Foto: Aking Romi Yunanda)

MINANGKABAUNEWS.COM, PAYAKUMBUH – Seorang karyawan Kantor Notaris PPAT di Kota Payakumbuh dilaporkan oleh pimpinannya sendiri ke Mapolres Payakumbuh, Notaris Sri Rezeki Suksesusilawati (57). Laporan tersebut lantaran akibat sang oknum karyawan diduga melakukan aksi penggelapan dokumen dan uang pajak.

Sri Rejeki Suksessusilawati yang beralamat di Jalan Pacuan, Kelurahan Kubu Tapakrajo, Kecamatan Payakumbuh Utara itu melaporkan anak buahnya berinisial, RH, ke polisi dalam kasus dugaan Tindak Pidana penipuan disertai penggelapan.

Read More

RH, selama ini diketahui bekerja sebagai Pejabat Pembuat Akte Notaris (PPAT) miliknya. Kepada Polisi di Mapolres Payakumbuh sesuai Laporan Polisi (LP) Nomor: STTLP/197.a/VI/2021/SPKT/POLRES PAYAKUMBUH/POLDA SUMBAR tertanggal 28 Juni 2921, Sri Rezeki mengaku kalau ia telah mengalami kerugian materil sebanyak Rp250 juta, akibat perbuatan RH.

Dalam laporan Polisi tersebut, menurut Sri, kejadian itu ia baru ketahui pada Jumat 5 Maret 2021 sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, Sri Rejeki bersama seorang karyawannya bernama Azmi, melakukan pemeriksaan terhadap berkas-berkas penting berupa Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Penghasilan (PPH).

Berkas tersebut merupakan berkas yang ditugaskannnya kepada terlapor RH untuk dibayarkan pajaknya ke Kantor Pajak Kota Payakumbuh beserta uang bea BPHTB dan PPH. Namun hal itu (membayar ke Kantor Pajak.red) tidak kunjung dibayarkan/diproses, sementara berkasnya tidak ditemukan lagi.

Namun ketika diklarifikasi, terlapor RH tidak mengakui perbuatannya menggelapkan dokumen-dokumen berupa BPHTB dan PPH serta uang pajak dimaksud. Merasa dirugikan akibat ulah anak buahnya, Sri Rezeki memilih menempuh jalur hukum.

“Saya melaporkan RH ke Mapolres Payakumbuh beberapa waktu lalu dalam perkara/kasus Tindak Pidana Penipuan dan atau Penggelapan. Dimana saya mengalami kerugian sekitar 250 juta,” ungkap Sri kepada wartawan, Senin (19/7) kemarin.

Ditempat terpisah, Kapolres Payakumbuh, AKBP Alex Prawira melalui Kasat Reskrim, AKP Acno Pelindo, didampingi Kanit 1 Resum, Ipda Aiga Putra, kepada wartawan menyebut, bahwa dalam perkara pidana itu pihaknya telah menetapkan satu orang tersangka.

“Perkara dugaan penggelapan dan penipuan ini sudah naik sidik, SPDP sudah dikirim ke Jaksa. Tersangkanya, ada 1 orang,” sebut Kasat Reskrim, AKP Acno Pelindo, ketika dikonfirmasi wartawan melalui telepon genggamnya. (akg)

Related posts