Diduga Satu Kampus, Tiga Korban Pembunuhan Mutilasi di Padang Pariaman Terungkap

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG PARIAMAN — Kasus pembunuhan disertai mutilasi yang menggegerkan warga Padang Pariaman mulai menemui titik terang. Tiga orang korban yang disebut-sebut sebagai mahasiswi dari satu kampus, diduga menjadi korban kebrutalan seorang pria yang kini telah diamankan pihak kepolisian.

Kepolisian Resor Padang Pariaman berhasil menangkap terduga pelaku pada Kamis (19/6/2025) dini hari di kawasan Pasar Usang, Batang Anai. Kapolres Padang Pariaman membenarkan penangkapan tersebut dan menyatakan bahwa proses penyidikan masih terus berlangsung.

Read More

“Terduga pelaku sudah kami amankan. Saat ini kasus masih dalam pengembangan,” ujar Kapolres kepada wartawan.

Sebelumnya, masyarakat digemparkan dengan penemuan potongan tubuh manusia di aliran Sungai Batang Anai. Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa potongan tubuh tersebut adalah bagian dari jasad seorang perempuan bernama Septia Adinda. Kasus ini kemudian berkembang setelah pelaku mengaku telah membunuh dua korban lainnya, yaitu Siska dan Adek.

Dalam pemeriksaan awal, pelaku menyebut bahwa motif pembunuhan dilatarbelakangi oleh kecemburuan. Ia menuduh Adek sebagai orang yang memperkenalkan kekasihnya, Cika, kepada pria lain saat mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Merasa dikhianati, pelaku mengaku menghabisi nyawa ketiga korban secara brutal.

Lebih lanjut, pelaku menyatakan bahwa jasad Siska dan Adek dibuang ke dalam sebuah sumur tua di kawasan Pasar Usang. Merespons pengakuan tersebut, tim gabungan dari Polres Padang Pariaman dan BPBD segera melakukan pembongkaran sumur untuk memastikan keberadaan jenazah.

Sampai saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan forensik guna mengidentifikasi secara pasti ketiga korban. Proses autopsi dan uji DNA juga tengah dilakukan untuk mendukung pembuktian secara ilmiah.

Kasus ini menyita perhatian publik, tidak hanya karena kekejaman modus mutilasi, tetapi juga karena melibatkan mahasiswa dari institusi pendidikan tinggi. Banyak pihak, termasuk lembaga pendidikan dan keluarga korban, berharap pelaku mendapat hukuman setimpal.

Related posts