Diduga Tertabrak, Seekor Hewan Dilindungi Ditemukan Mati di Agam

  • Whatsapp
Kucing Kuwuk
Ilustrasi. (Foto/dok Istimewa)

MINANGKABAUNEWS, AGAM — Seekor satwa dilindungi jenis Kucing Kuwuk atau kucing hutan dewasa (Prinailurus bangalensis) ditemukan dalam kondisi mati oleh seoarang warga di dekat Pasar Lubuk Basung, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), Minggu, (9/5/2021).

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Agam, Ade Putra mengatakan, satwa dilindungi tersebut ditemukan oleh Muhammad Fadhilah.

Read More

“Mengetahui satwa itu dilindungi, fadil melaporkannya kepada petugas resor KSDA Agam,” ujar Ade saat dikomfirmasi oleh MinangkabauNews.com.

Dikatakan Ade, berdasarkan hasil identifikasi, satwa itu berjenis kelamin betina, usia dewasa 5 tahun dan diduga mati karena tertabrak kendaraan ketika melintasi jalan.

“Saat ini, satwa tersebut sudah dibawa oleh tim BKSDA untuk dilakukan penguburan,” katanya.

Dijelaskan Ade, Kucing kuwuk (Prionailurus bengalensis) adalah kucing liar kecil Asia Selatan dan Timur. Sejak tahun 2002, ia terdaftar dalam spesies Risiko Rendah oleh IUCN sebab ia terdistribusi secara luas, tetapi terancam oleh hilangnya habitat dan perburuan di beberapa bagian persebaran.

“Subspesies kucing kuwuk ada 12 yang berbeda secara luas dalam penampilan, ucap Ade.

Dilanjutkannya, kucing kuwuk berukuran seperti kucing domestik, tetapi ia lebih ramping dengan kaki panjang dan selaput yang jelas antara jari kaki. Kepala kecil mereka ditandai dengan dua garis-garis gelap menonjol, dan moncong putih yang pendek dan sempit mereka.

“Kucing ini merupakan predator utama bagi hama tikus, kodok dan hewan kecil lainnya. Sehingga keberadaannya penting dilestarikan,” ungkapnya.

Ditambahkan Ade, kucing ini juga memiliki nama lokal harimau buluh, kucing buluh, kucing lalang dan lainnya.

Di Indonesia, jenis kucing ini dilindungi berdasarkan Undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang KSDAHE dan peraturan Menteri LHK nomor P.106 tahun 2018. (JNS)

Related posts