Didukung Anggota DPR RI, Pacu Jawi Luak Limopuluah Aset Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

  • Whatsapp
Anggota DPR RI, Rezka Oktoberia, melakukan pelepasan alek Pacu Jawi Batali Sikek di Nagari Batu Balang, Kecamatan Harau, 50 Kota, Senin (18/10). (Foto: Aking/MKN)

MINANGKABAUNEWS.COM, LIMAPULUH KOTA – Perhelatan pacu jawi sejak lama sudah menjadi iven tradisional yang diperlombakan di wilayah Luak Limopuluah (Payakumbuh dan Limapuluh Kota). Seperti yang digelar dan sudah menjadi tradisi di Jorong Boncah, Nagari Batu Balang, Kecamatan Harau, Limapuluh Kota.

Menariknya, alek pacu jawi ‘Batali Sikek’ tahun ini sempat menyulut perhatian anggota DPR RI dari daerah pemilihan II Sumatera Barat, Rezka Oktoberia. Rezka yang tengah melaksanakan reses di Luak Limopuluah mengaku terkesan dengan alek tradisi pacu jawi.

Read More

Di lokasi, ratusan warga setempat terlihat berantusias memadati tepian pematang sawah. Sorak-sorai penonton menyeruak seketika saat sapi-sapi yang ditunggangi oleh joki mulai dilepas. Rezka Oktoberia dalam kesempatan itu mengaku bakal mendorong agar pelestarian pacu jawi Batali Sikek bisa menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.

“Saya bangga, ini adalah salah satu tradisi kita di Luak Limopuluah yang harus kita jaga dan lestarikan,” kata Rezka saat mendatangi langsung pelaksanaan Pacu Jawi di Jorong Boncah, Nagari Batu Balang, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Senin (18/10) sore.

Kalau perlu, sambungnya, iven atau kegiatan Pacu Jawi ini dapat dilaksanakan dengan skala nasional sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan.
Alek tradisi tersebut, katanya, akan menjadi magnet tersendiri terhadap peningkatan kunjungan wisata.

“Kalau wisatawan ramai datang ke sini, tentu juga akan berdampak baik untuk ekonomi masyarakat di sini dan daerah kita. Saya sebagai putri Luak Limopuluah tentu akan terus mendukung kegiatan ini,” ujarnya didampingi politisi Partai Demokrat, Sastri Andiko Dt Putiah.

Ia mengharapkan ke depannya pelaksanaan Pacu Jawi ini nantinya juga mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah, baik dari Kabupaten Limapuluh Kota maupun Pemprov Sumbar.

“Apalagi Pacu Jawi Batali Sikek berbeda dengan yang ada di daerah lain. Kenapa tidak kalau kegiatan Pacu Jawi Batali Sikek di Luak Limopuluah ini kita jadikan Warisan Budaya tak Benda Indonesia,” ungkapnya.

Pacu Jawi Batali Sikek di Luak Limopuluah sendiri belum menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Perhelatan Pacu Jawi yang telah menjadi warisan Budaya Tak Benda Indonesia baru Pacu Jawi di Kabupaten Tanah Datar.

Ketua Panitia Pelaksana, Mondra, bersama tokoh masyarakat setempat, Elvia Daimar, mengatakan pelaksanaan Pacu Jawi di Luak Limopuluah tidak akan ditemukan di daerah lain karena pada saat berpacu, jawi tidak ditunggangi oleh joki melainkan joki yang mengikuti irama saat sapi berlari.

“Tidak hanya yang dulu sampai finis, juga ada ketentuan lain, seperti joki tidak terjatuh alias tercecer. Walau jatuh tapi masih berpegang pada tali sampai finis tidak dianggap gugur,” kata Mondra, yang juga didampingi Wali Jorong Boncah, Hendra.

Ia menambahkan, kegiatan ini digelar satu kali dalam setahun di Jorong Boncah seusai panen menjelang musim tanam sebelum benih di sawah panjang. Alek tradisional pacu jawi Batali Sikek, sebutnya, lahir dari kearifan lokal warga Luak Limopuluah.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Anggota DPR RI Buk Rezka Oktoberia yang sudah mendukung acara ini. Kami berharap ke depannya, alek tradisi ini dapat diagendakan menjadi kalender pariwisata Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh,” harapnya. (akg)

Related posts