Dijadikan Tempat Pengungsian, Proses Belajar Mengajar SDN 08 Kubang Koto Panjang Dilakukan Secara Daring

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS, AGAM — Sekolah Dasar (SD) 08 Kubang Duo Koto Panjang, Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang laksanakan proses belajar mengajar dengan sisfem daring. Hal ini dikarenakan dampak dari bencana banjir bandang yang terjadi Sabtu, (11/5/2024), lalu.

Bangunan SD 08 Kubang Duo Koto Panjang digunakan sebagai tempat pengungsian sebanyak 205 warga terdampak banjir bandang.

Kepala SDN 08 Kubang Duo, Febrinelly membenarkan bahwa sekolahnya digunakan untuk menampung pengungsi serta sebagai Pos Komando Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam dalam menanggulangi bencana.

Pos ini juga menjadi pusat penerimaan bantuan selama masa tanggap darurat yang berlangsung dari tanggal 12 hingga 25 Mei.

“Menyikapi bencana ini, kami selaku Kepala Sekolah diminta oleh pimpinan untuk memfasilitasi korban dan sekaligus mengizinkan sekolah kami dipakai untuk Pos Komando,” terang Febrinelly, Sabtu, (18/5/2024).

Mengenai proses belajar mengajar selanjutnya bagi siswa SDN 08, pihak sekolah telah membahas solusi dengan pihak terkait. Rencananya, pembelajaran akan dilakukan secara luring dan daring.

Untuk pembelajaran luring, sekolah akan menggunakan gedung MDA Koto Panjang yang berjarak 1 kilometer dari gedung SDN 08. Informasi ini telah disampaikan kepada seluruh orang tua siswa.

“Secara luring, kami diperintahkan untuk menggunakan gedung MDA Koto Panjang dan hal itu telah kami sampaikan kepada seluruh orang tua siswa,” jelasnya.

Febrinelly juga menambahkan, jika orang tua siswa merasa keberatan dengan pembelajaran luring, maka pembelajaran daring akan tetap dilaksanakan.

Pembelajaran daring ini dimungkinkan karena jaringan internet di daerah tersebut tidak terganggu, dan sebelumnya pembelajaran daring sudah berjalan dengan baik tanpa hambatan berarti.

“Sebelumnya kami telah melakukan pembelajaran daring dan Alhamdulillah tidak ada hambatan,” katanya.

Pihak sekolah berupaya untuk kembali melakukan pembelajaran tatap muka (luring) setelah masa tanggap darurat berakhir, dengan harapan proses belajar mengajar dapat berjalan normal kembali. Hal itu juga ditandai dengan pemasangan baju seragam pada siswa yang keluarganya terdampak.


Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Minangkabaunews.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Related posts