Dilaporkan Luhut ke Polisi, Fatia Maulidiyanti Bikin Aduan ke Komnas HAM

  • Whatsapp
LaporannHaris Azhar dan Fatia Maulidiyanti ke Komnas HAM

MINANGKABAUNEWS.COM, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti ke polisi atas dugaan fitnah pencemaran nama baik. Merasa ada pelanggaran HAM atas laporan tersebut, Fatia bersama kuasa hukumnya menyambangi Komnas HAM.

“Pada intinya, dari temuan-temuan yang kita sampaikan itu, kami meminta kepada komisioner Komnas HAM atau Komnas HAM untuk mendalami lebih jauh terkait adanya indikasi pelanggaran hak asasi manusia,” kata kuasa hukum Fatia, Andi Muhammad Rezaldy, di Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/9/2021).

Read More

Andi meminta Komnas HAM memberikan perlindungan kepada kliennya. Sebab, menurut Andi, apa yang disampaikan oleh kliennya berdasarkan hasil penelitian yang diarahkan kepada pejabat publik bukan individual.

“Oleh karena adanya ancaman pemidanaan ataupun gugatan, kami minta kepada Komnas HAM untuk memberikan pelindungan bagi orang-orang khususnya Fatia dan kawan yang lainnya untuk diberikan perlindungan,” ujarnya.

“Karena apa yang mereka sampaikan ini basisnya adalah penelitian, dan diarahkan kepada pejabat publik. Karena ada indikasi konflik kepentingan berdasarkan temuan riset kami,” sambungnya.

Andi menyampaikan laporan yang dilayangkan Luhut terhadap kliennya itu melanggar HAM. Dia menilai hasil penelitian dan riset yang disampaikan Fatia merupakan bagian dari kebebasan ekspresi yang dilindungi oleh undang-undang.

“(Indikasi pelanggaran HAM) jelas apa yang disampaikan kawan-kawan dari ICW, KontraS, dan kawan lainnya itu merupakan bagian dari kebebasan berpendapat dan berekspresi yang mana menurut berdasarkan konstitusi dan juga peraturan perundang-undangan, kita itu dijamin oleh negara untuk diberikan jaminan perlindungan,” ucapnya.

Lebih lanjut Andi melihat adanya sebuah serangan dari laporan yang dilayangkan Luhut selaku pejabat publik. Hal itulah yang dinilai pihaknya sebagai ancaman terhadap demokrasi dan HAM.

“Ya kami memang jelas melihat adanya serangan atau laporan yang dilakukan oleh pejabat publik. Itu merupakan bagian bentuk ancaman terhadap demokrasi dan HAM,” imbuhnya.

Sementara itu, komisioner Komnas HAM Sandrayati Moniaga mengatakan pembela HAM memiliki hak-hak khusus dan sudah diakui oleh PBB. Komnas HAM, kata Sandrayati, akan mendalami aduan tersebut.

“Komnas ingin mengingatkan kepada semua pihak bahwa pembela HAM itu adalah garda depan dalam pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia, dan PBB itu mengakui bahwa pembela HAM memiliki hak-hak khusus,” ujar Sandrayati.

“Dari hal ini memang hal ini kita harus melihat, apakah dalam kasus ini kerja-kerja dari teman teman ICW dan KontraS itu dalam konteks kerja mereka sebagai pembela HAM atau tidak. Jadi kami akan mendalami dulu berkas yang ada,” lanjutnya.

Seperti diketahui, Luhut Binsar Pandjaitan telah resmi melaporkan Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti ke Polda Metro Jaya. Keduanya dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik atas konten ‘Lord Luhut’ di YouTube.

Luhut mengatakan, sebelum melayangkan laporan hari ini atas keduanya, pihaknya telah melakukan somasi kepada Haris Azhar dan Fatia. Namun somasi tersebut tidak pernah digubris.

“Kamu (Haris Azhar dan Fatia) sudah disomasi sama Pak Juniver (pengacara Luhut) dua kali, kan sudah cukup,” kata Luhut di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (22/9/2021) pagi.

Related posts